![]() |
| Ribuan pencari kerja memadati ruangan Job Fair 2025, di Aula Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar. (foto/ist) |
PEMERINTAH Kota Pematangsiantar melalui Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) kembali menunjukkan komitmennya dalam menekan angka pengangguran dengan menggelar Job Fair atau Pameran Kesempatan Kerja Tahun 2025.
Kegiatan berlangsung di Aula Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar, Jalan Sangnaualuh Damanik, Rabu (19/11/2025). Job Fair ini menjadi salah satu program prioritas Wali Kota Pematangsiantar, Wesly Silalahi, dalam memperluas lapangan kerja dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Kepala Disnaker Kota Pematangsiantar, Robert Samosir, menyampaikan bahwa pemerintah daerah terus berupaya menjaga tren penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT). Ia merinci, pada 2022 TPT kota ini sempat berada di angka 11,6 persen, namun turun menjadi 9,3 persen pada 2023, dan kembali menurun menjadi 8 persen pada 2024.
Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah daerah dan berbagai perusahaan yang rutin membuka peluang kerja bagi masyarakat. “Penurunan ini berkat kolaborasi Pemko Pematangsiantar dengan berbagai perusahaan atau pemberi kerja. Kami optimis angka pengangguran bisa terus menurun hingga akhir 2025,” ujar Robert.
![]() |
| Kepala Dinas Ketenagakerjaan Pemko Pematangsiantar Robert mendampingi Retno Indrayani, meninjau stand Job Fair 2025. (foto/ist) |
Robert menegaskan bahwa Job Fair ini bukan hanya wadah penyediaan lowongan kerja, tetapi juga bentuk kehadiran pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia berterima kasih kepada seluruh perusahaan yang ikut serta serta berharap kegiatan serupa dapat menjadi agenda tahunan Pemerintah Kota Pematangsiantar.
Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi, melalui Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Dra. Happy Oikumenis Daely, menyampaikan apresiasi terhadap Disnaker yang telah mempersiapkan kegiatan dengan baik. Ia menilai Job Fair sebagai upaya strategis dalam mempertemukan pencari kerja dan perusahaan secara langsung, sehingga proses rekrutmen menjadi lebih efektif dan efisien.
Menurut Wesly, dinamika ketenagakerjaan saat ini menuntut adaptasi cepat dari dunia usaha maupun pekerja. Karena itu, Job Fair menjadi ruang penting bagi para pencari kerja untuk membangun jejaring, memperbarui informasi pasar kerja, serta menyesuaikan kompetensi dengan kebutuhan industri yang terus berkembang.
“Job Fair ini bukan sekadar tempat menyerahkan berkas lamaran, tetapi ruang untuk membangun jejaring, mendapatkan informasi, serta memahami kebutuhan pasar kerja. Saya berharap seluruh pencari kerja memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.
Lebih lanjut, Wesly menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus memperkuat program pelatihan berbasis kompetensi, peningkatan kualitas tenaga kerja, serta memperluas kerja sama dengan dunia usaha dan sektor pendidikan untuk mencetak generasi muda yang siap menghadapi tantangan ekonomi modern.
![]() |
| Kepala Bidang Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja (Binapenta) Disnaker Sumut, Retno Indrayani SSos MSP. (foto/ist) |
Dari sisi dunia usaha, Sonny Sembiring dari PT Capella Cabang Pematangsiantar, mewakili perusahaan peserta Job Fair, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan momentum positif bagi perusahaan dan masyarakat. Ia berharap kolaborasi antara dunia usaha dan Pemko Pematangsiantar terus terjalin demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sebagai rangkaian kegiatan, turut dilaksanakan penyerahan santunan BPJS Ketenagakerjaan kepada ahli waris secara simbolis. Usai pembukaan, para tamu undangan melakukan peninjauan ke seluruh stand perusahaan peserta Job Fair.
![]() |
| Suasana pembukaan Job Fair 2025 Pemko Pematangsiantar di Aula Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar, Jalan Sangnaualuh Damanik, Rabu (19/11/2025). (foto/ist) |





