![]() |
| Tim gabungan berjibaku mencari korban tewas akibat bencana alam di Sumut. (Foto : Antara) |
"Update data terbaru, bencana ini menimbulkan dampak signifikan, tercatat 1.076 korban, 147 meninggal dunia, 32 luka berat, 722 luka ringan, dan 174 masih dalam pencarian, serta ada 28.427 mengungsi," ungkap Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan, dalam keterangan persnya.
Kombes Pol Ferry Walintukan menambahkan, wilayah yang paling terdampak berada di Kabupaten Tapanuli Tengah, yang mencatat 56 kejadian bencana dengan 691 korban, termasuk 47 meninggal dunia dan 51 masih dalam pencarian.
Sedangkan wilayah yang terdampak selanjutnya adalah Kota Sibolga. Tercatat, 33 orang tewas dan 56 orang dinyatakan hilang.
"Sedangkan Taput, Tapsel, dan Madina juga mengalami peningkatan jumlah longsor dan banjir yang memaksa ribuan warga mengungsi," paparnya.
Lebih lanjut Ferry menambahkan, jenis bencananya mulai dari tanah longsor, banjir, pohon tumbang, dan angin puting beliung.
Mengatasi masalah tersebut, Polda Sumut pun mengerahkan 3.553 personel. Polisi di lapangan terus melakukan evakuasi korban, SAR, pembukaan akses jalan, distribusi logistik, pendirian dapur lapangan, hingga pelayanan kesehatan bagi warga terdampak.
Sementara itu, Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto mengatakan jumlah pengungsi di Sumut akibat bencana alam itu mencapai ribuan orang.
Berikut ini datanya :
- Tapanuli Utara: Jumlah pengungsi 600 keluarga.
- Tapanuli Tengah : Daerah terdampak paling parah, dengan satu titik pengungsian yaitu di Gor Tapanuli Tengah dengan pengungsi kurang lebih 1.100 KK.
- Tapanuli Selatan: pengungsian tersebar di 12 kecamatan, dengan jumlah 4.661 KK
- Humbang Hasundutan : pengungsi sebanyak 1.712 jiwa.
- Mandailing Natal : tersebar di 8 titik pengungsian, sebanyak 1.378 jiwa.
Selain itu, Suharyanto hingga saat ini, pemerintah terus melakukan upaya untuk membuka jalur transportasi dan komunikasi. Seperti jalur transportasi di Sibolga dan Padang Sidempuan masih dalam pengerjaan. "Untuk jalur transportasi Sibolga, Padang Sidempuan masih belum selesai, masih dalam pengerjaan," ungkapnya.
Walau pun begitu, bantuan logistik sudah mulai didistribusikan di Sibolga. Bantuan ini dikirim melalui udara.
"Sibolga sampai hari ketiga penanganan darurat ini belum bisa ditembus lewat darat, tapi sudah bisa ditembus lewat udara untuk pendistribusian logistik," paparnya. (dicky irawan)


