![]() |
| Foto kiri rumah sebelum ambruk dam rumah ambruk (kanan). (foto/ist) |
Amruknya pemukiman warga ini terjadi Kamis kemarin. Tingginya intensitas curah hujan, mengakibatkan debit air drainase meningkat dan kencang menggerus tanah tanah dan menghancurkan bangunan permanen.
Informasi dihimpun, sebelum bangunan rumah ambruk Pemkab Batu Bara sudah mengalokasikan anggaran APBD sebesar Rp600 juta untuk perbaikan drainse dan beronjong parit agar bangunan tidak tergerus air. Sejumlah material bangunan sudah disiapkan di lokasi, mulai pasir, semen hingga batu padas. Termasuk pendirian posko untuk pekerja bangunan yang dijadwalkan rampung hingga bulan depan.
Keputusan alokasi dana APBD dikucurkan, setelah Bupati Batu Bara H Baharuddin Siagian bersama unsur forkopida khususnya Polres Batu Bara, meninjau lokasi. Untuk menghindari terjadinya korban jiwa, maka pemerintah daerah mengalokasikan dana perbaikan.
Menurut Dinas PUTR Batu Bara melalui PPK Bonar, pihaknya masih dalam pelaksanaan pekerjaan tersebut yang dikerjakan CV Bernis dengan pagu P-APBD sebesar 600 juta lebih.
Namun keinginan Pemerintah daerah dan forkopimda kandas. Tingginya curah hujan sepekan terakhir, mengakibatkan pemukiman warga ambruk tergerus air,termasuk material bangunan yang sudah disiapkan di lokasi.
Bencana alam ini menyita perhatian managemen PT Socfindo Limapuluh. Aksep PT Socfindo Roni Sinaga didampingi Lurah Limapuluh Koa, Robi Gunawan Wibisono turun langsung, Jumat (28/11/2025) pagi ke lokasi.
"Kita datang untuk menyampaikan rasa prihatin atas musibah yang dialami warga kita. Kita datang untuk memperkuat silaturahmi sekaligus kolaborasi dengan Pemkab Batu Bara guna membantu keluarga kita yang tertimpa musibah," ujar Roni Sinaga.
PT Socfindo sambung Roni, siap kapan saja jika betul-betul dibutuhkan dalam menanggulangi bencana baik dalam kegiatan sosial atau apapun demi kemaslahatan masyarakat di wilayah kerja. "jika nanti dibutuhkan kita siap untuk bersinergi, termasuk bantuan sembako atau apapun," ujarnya. (zein)


