![]() |
| Satrad 103 Gerak Cepat Distribusikan Logistik untuk Korban Banjir dan Longsor. (foto/ist) |
Setibanya bantuan di wilayah Sibolga, personel Satrad 103 langsung bergerak cepat melakukan penurunan dan pengolahan logistik. Berbagai kebutuhan mendesak seperti bahan pangan, air minum, dan perlengkapan dasar diprioritaskan untuk segera dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan, termasuk keluarga personel TNI AU yang turut menjadi korban bencana.
Operasi kemanusiaan ini turut diperkuat oleh unsur udara TNI AU. Helikopter Caracal H-225M dengan nomor registrasi H-2215, dipiloti Kapten Pnb Anterio dan Letda Pnb Kevin, dikerahkan untuk membawa bantuan menuju wilayah terdampak. Pengiriman dilakukan dalam dua sortie penerbangan, membawa sembako, air minum, serta perlengkapan khusus yang diperlukan warga.
Untuk memastikan kelancaran operasi udara, TNI AU juga menyiagakan tiga helikopter Caracal di Lanud Roesmin Nurjadin sebagai langkah antisipatif guna menjangkau wilayah bencana yang sulit diakses melalui jalur darat.
Panglima Kosek I Medan, Marsma TNI Imam Subekti, menyampaikan apresiasi atas sinergi seluruh unsur TNI AU dalam misi kemanusiaan tersebut.
“Mulai dari dukungan udara hingga penyaluran logistik di darat, seluruh rangkaian ini membuktikan komitmen TNI AU dalam membantu masyarakat secara cepat, tepat, dan terkoordinasi,” ujarnya.
Satrad 103 Sibolga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait untuk memastikan seluruh bantuan didistribusikan tepat sasaran. Kehadiran dan peran aktif Kosek I Medan menjadi bukti nyata kepedulian TNI AU dalam mendukung percepatan pemulihan pascabencana di wilayah Sibolga.(harry handoyo)


