![]() |
| Vanya Wijaya dinobatkan sebagai Roro Cilik Kabupaten Malang Favorit 2025. (Dok. Istimewa) |
Kepada awak media, Jumat (14/11/2025), Vanya menceritakan bahwa ketertarikannya mengikuti ajang ini berawal dari informasi yang ia temukan di media sosial serta dorongan dari ibunya. Sejak kecil aktif di dunia tarik suara, ia melihat kompetisi ini sebagai ruang untuk menyalurkan minat sekaligus memperkenalkan budaya daerah.
“Vanya ingin belajar lebih banyak dan ikut memperkenalkan keindahan Kabupaten Malang lewat lagu-lagu Vanya,” ujarnya.
Mengikuti ajang Roro Cilik tidaklah mudah. Vanya harus membagi waktu antara sekolah, latihan, dan berbagai sesi penilaian kompetisi. Meski begitu, dukungan keluarga, guru, dan teman-teman membuat proses tersebut menjadi semangat tersendiri baginya.
Selain menyanyi, Vanya juga belajar menari, tampil di depan umum, dan mendalami potensi wisata di Kabupaten Malang. Karya terbarunya, lagu “Penjaga Budaya” ciptaan Rulli Aryanto, menjadi salah satu penampilan yang paling disorot karena memuat pesan kuat tentang pentingnya melestarikan budaya lokal. “Lagu itu mengingatkan bahwa kita semua punya peran menjaga budaya daerah,” tuturnya.
Usai dinobatkan sebagai Roro Cilik Favorit, Vanya bertekad untuk terus berkarya di bidang musik dan budaya. Ia ingin menciptakan lagu-lagu baru yang mengangkat keindahan Kabupaten Malang serta aktif dalam kegiatan seni dan sosial.
Kesuksesan Vanya tidak terlepas dari dukungan keluarga. Ayahnya, Denny Wijaya, mengaku bangga atas ketekunan putrinya. “Perjalanan Vanya dari belajar hingga tampil percaya diri di panggung adalah proses yang membentuk karakternya,” ujarnya.
Sementara itu, sang ibu, Tri Susiyamawati, menuturkan tantangan terbesar adalah menjaga keseimbangan antara persiapan lomba dan sekolah. Ia selalu berusaha menciptakan suasana rumah yang nyaman agar Vanya tetap bersemangat. “Yang terpenting Vanya bahagia dan menikmati prosesnya,” katanya.
Tri berharap putrinya tumbuh menjadi pribadi yang baik dan membawa pengaruh positif bagi lingkungan sekitarnya. “Kalau melalui musik dan budaya Vanya bisa menginspirasi anak-anak lain untuk bangga pada daerahnya, itu sudah cukup,” ujarnya.
Vanya dikenal sebagai pelajar yang aktif di berbagai kegiatan seni sejak kecil. Melalui lagu “Penjaga Budaya”, ia menunjukkan komitmennya untuk mengangkat nilai-nilai budaya di kalangan generasi muda.
Kemenangan Vanya sebagai Roro Cilik Kabupaten Malang Favorit 2025 bukan hanya prestasi pribadi, tetapi juga representasi semangat generasi muda dalam mencintai budaya daerah. Dari Kabupaten Malang, suara kecilnya kini membawa pesan besar: mencintai budaya adalah bagian dari mencintai negeri.(Muhammad Fadhli)


