![]() |
| Ibu korban, WI (38) menangis menceritakan pengalamannya kepada wartawan. (foto/ist) |
Sedangkan kasus tersebut telah di laporkan ayah kandung korban, EAP (40) ke Polres Batu Bara dengan Laporan Polisi Nomor: LP/B/332/1X/2025/SPKT/POLRES BATUBARA/POLDA SUMATERA UTARA, tanggal 15 September 2025 lalu.
Dalam laporan tersebut dijelaskan, saat putrinya selaku korban berinsial FDR 9 tahun pulang sekolah pada hari Senin 8 September 2025 sekira Pukul 13.00 WIB. kakek sambungnya ND (66) menyetubuhi korban di rumahnya, sehingga mengakibatkan kemaluan korban berdarah.
"Atas pengakuan korban dan adanya bercak darah pada pakaian dalam korban, EAP merasa curiga dan langsung menayakan kepada korban, dan korban menjawab telah di setubuhi pelaku. Tak terima anaknya dijadikan budak nafsu bejat pelaku berinisial NG, EAP melaporkan kejadian tersebut ke Polres Batu Bara, Selasa (9/12/2025).
Saat di temui Senin 9 Desember 2025 sekitar pukul 10:30 Wib, Ibu kandung korban, WI (38) merasa kecewa dan histeris karena tersangka tidak di tahan oleh penyidik PPA Satreskrim Polres Batubara.
"Kami tadi mendatangi Polres Batu Bara untuk mencari keadilan untuk anak kami, kenapa tersangka sudah di tahan tiba-tiba ada penangguhan penahanan atas dasar apa?," kata WI, menangis.
"Saya tidak terima. Penangguhan ini bukti tidak ada keadilan untuk anak saya," pungkasnya.
"Kurang apa lagi, semua barang bukti sudah kita serahkan, dan hasil visum sudah dibacakan oleh penyidik," katanya dengan nada lirih.
Dikatakan WI, dalam kasus ini anaknya yang masih di bawah umur sempat di ancam pisau oleh pelaku. "Saya yakin sama anak saya, karena saya memang mau cari kebenaran dan keadilan, tiba-tiba kaya gini, "gak ada keadilan dari Polres," ujarnya kecewa.
Sekarang ini, anak kami bukan cuma ketakutan, lebih banyak tertutup, diam dari bicaranya, tiba-tiba nangis yang kita tidak tahu isi hati nuraninya, ucap Winda sembari mengusap air matanya.
"Tolong Pak Kapolda dan Pak Kapolri.. tolong tegakkan hukum dan keadilan untuk anak saya. "Saya mohon, saya mohon kejarlah yang bagus yang jujur, jangan seperti ini, sudah di tahan lalau di tangguhkan tanpa alasan yang jelas," harap WI. (zein)


