Presiden Prabowo Tinjau Lokasi Banjir di Sumatera yang Tewaskan 442 Orang

Sebarkan:
Presiden Prabowo Subianto tiba di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta usai lawatan ke luar negeri, pada Selasa (15/04/2025) pukul 07.35 WIB, (Foto: Sekretariat Presiden)
JAKARTA (MM) - Presiden Prabowo Subianto bertolak menuju Sumatera pada Senin (1/12/2025) pagi untuk meninjau langsung wilayah terdampak banjir dan longsor yang melanda sejumlah provinsi di pulau tersebut. Pesawat kepresidenan lepas landas dari Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma sekitar pukul 06.00 WIB.

Menurut keterangan resmi, Presiden Prabowo menuju Bandara Raja Sisingamangaraja XII, Tapanuli Utara, sebagai bentuk respons cepat pemerintah terhadap bencana yang mengakibatkan ratusan korban jiwa dan kerusakan luas di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.

Dalam agenda kunjungan tersebut, Presiden dijadwalkan meninjau titik-titik kerusakan, memantau kondisi pengungsian, serta mengecek langsung kebutuhan layanan dasar yang terdampak, seperti akses jalan, jembatan, listrik, telekomunikasi, dan fasilitas kesehatan.

“Presiden ingin memastikan penanganan darurat berjalan cepat dan terkoordinasi,” demikian keterangan yang disampaikan kepada media.

Pemerintah juga mulai menyiapkan langkah pemulihan jangka pendek, termasuk perbaikan infrastruktur vital yang lumpuh akibat bencana. Presiden sebelumnya telah menginstruksikan seluruh kementerian dan lembaga bergerak cepat agar dampak bencana dapat ditekan semaksimal mungkin.

Turut mendampingi Presiden dalam kunjungan ini antara lain Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa hingga Minggu (30/11/2025) pukul 18.00 WIB, total 442 orang meninggal dunia akibat banjir bandang dan longsor di tiga provinsi. Selain itu, 402 orang masih dinyatakan hilang, sementara 646 lainnya mengalami luka-luka.

Rinciannya, 217 korban meninggal berada di Sumatra Utara, 129 di Sumatra Barat, dan 96 di Aceh. Di sisi lain, pencarian terhadap ratusan warga yang hilang masih terus dilanjutkan.

“Sebagian besar wilayah terdampak masih dipenuhi material lumpur dan puing, sehingga proses evakuasi membutuhkan waktu,” kata BNPB dalam laporannya.

Pemerintah mengimbau masyarakat di daerah rawan untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan serta mengikuti arahan petugas di lapangan.(mm/era)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini

 
Desain: indotema.com