Syukurlah, Rico Wa’as tak Sendiri

Sebarkan:
Choking Susilo Sakeh.
SYUKURLAH, Rico Wa’as tak sendiri…

Selasa, 25 November 2025, berbagai platform media sosial milik Pemko Medan menayangkan video Walikota Medan Rico Wa’as sedang membacakan peringatan dini BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika) tentang kondisi cuaca ekstrim yang bakal terjadi khususnya di Kota Medan.

Terus terang, aku geli dan marah melihat postingan ini. Bagaimana mungkin seorang Walikota Medan berupaya terlihat modis dengan memakai kemeja batik serta mematut-matutkan diri bagaikan presenter tv, membacakan peringatan BMKG itu? Bagaimana mungkin seorang Walikota Medan yang digaji oleh rakyatnya (termasuk aku), melakukan pekerjaan yang tak jelas apa manfaatnya? Lho, kok? 

Yak, tak jelas apa maunya Rico Wa’as membaca peringatan BMKG itu!

Pertama, beberapa saat sebelumnya, peringatan BMKG itu sudah berada di genggaman banyak warga kota melalui penyebaran di berbagai platform media sosial. Kedua, cara seorang walikota ‘membaca’ peringatan BMKG tersebut tentulah berbeda dengan cara rakyat membacanya. 

Sebagai seorang kepala daerah yang punya wewenang, kuasa, anggaran, personal, peralatan dan sistim kerja, maka cara Walikota Medan membaca peringatan BMKG itu bukanlah dengan berupaya tampil penuh gaya dalam format video di media sosial. Tapi, adalah dengan mempersiapkan berbagai hal yang berada di bawah kendali wewenangnya, untuk mengantisipasi ancaman bencana seperti yang diramalkan oleh BMKG tersebut.

Maka, semestinya Walikota Medan Rico Wa’as segera mengumpulkan seluruh jajarannya untuk menghimbau warga yang berada di kawasan rawan banjir agar segera mengungsi dan/atau bersiap-siap untuk mengungsi, mempersiapkan titik-titik pengungsian berikut dapur umum dan pos kesehatan, mempersiapkan sarana pengamanan banjir seperti perahu karet di kawasan rawan, dan seterusnya yang berkaitan dengan penanganan bencana banjir. Targetnya jelas, yakni untuk meminimalisir dampak bencana banjir yang akan menerjang Kota Medan, sebagaimana peringatan dari BMKG tersebut.

Faktanya? Saat banjir menerjang Kota Medan sejak Kamis, 27 November 2025 hingga satu pekan setelahnya, warga Medan melihat secara terang benderang tentang bagaimana gagapnya Walikota Medan Rico Wa’as menangani bencana banjir kali ini. Dan kesemuanya itu, adalah karena lemahnya kualitas kepemimpinan seorang Rico Wa’as sebagai Walikota Medan.

*

Syukurlah Rico Wa’as tak sendiri…

Melalui tulisanku “Kasihan Rico Wa’as” (medanmerdeka.com, 14 Nov.2025), aku menilai dari selama sekitar delapan bulan menjadi Walikota Medan, bahwa ternyata spesifikasi Rico Wa’as bukan sebagai Walikota, melainkan sebagai juru omon-omon.

Ada beberapa kemungkinan penyebabnya. Misalnya, pemahaman dan pengalaman Rico Wa’as tentang pemerintahan, sesungguhnya  sangat lemah namun terkesan dia merasa tahu segalanya. Posisi politik Rico Wa’as pun, sesungguhnya lemah. Dan karenanya, sadar atau tidak, dia terjebak serta  bersedia berada “di bawah kendali” sekelompok aparatur Pemko Medan yang sedang berada di zona nyaman sejak di masa kepemimpinan Walikota Medan sebelumnya. Rico terlihat bagaikan robot, yang remote-nya dipegang oleh sekumpulan pejabat penting di Pemko Medan.

Dan, bencana banjir besar Kota Medan 27 November 2025 telah membuktikan kebenaran penilaianku tersebut. Bahkan, bencana itu ternyata semakin memperlihatan rendahnya kualitas Rico Wa’as. Rico ternyata juga longor, kualitas kepemimpinannya sangat lemah, tak punya nyali untuk bersikap dan mengambil keputusan alias mau ‘tampil cantik” saja.

Ndilalah, bencana kali ini tak cuma menerjang Kota Medan. Secara serentak terjadi bencana longsor dan banjir sedikitnya di 13 kab/kota di Sumbar, 11 kab/kota di Sumut dan 16 kab/kota di Aceh. Artinya, ada tiga Gubernur/Wakil Gubernur, serta ada 40 Bupati/Wakil Bupati dan Walikota/Wakil Walikota yang secara serentak diuji kualitasnya melalui musibah bencana kali ini. 

Suka atau tidak, bencana kali ini telah memberitahu rakyat, bagaimana kualitas Rico Wa’as yang spesifikasinya tidak sesuai dengan amanah yang diembannya nya sebagai Walikota Medan.  Masyarakat juga semakin melihat siapa saja Gubernur, Walikota dan Bupati yang kualitas kepemimpinannya sangat longor. Dan syukurlah, pada akhirnya Rico Wa’as tidak sendiri.

Masyarakat dengan mudahnya melihat, bagaimana kualitas kepemimpinan dan ketangguhan Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan Pasaribu, Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu dan Bupati Tapanuli Utara JTP Hutabarat, yang tidak saja berjibaku dengan kondisi daerahnya yang porak poranda terdampak bencana. Tetapi mereka juga berani memprotes kebijakan Pusat, juga mendatangkan bantuan dari para tokoh Nasional yang berasal dari daerahnya. 

Maka, bersyukurlah, Rico Wa’as tak sendiri. Ternyata, ada Gubernur dan banyak Bupati/Walikota yang kualitas kepemimpinannya sekelas dengan Rico Wa’as. Tentunya, rakyat berharap, Rico Wa’as dan teman sekelasnya tersebut mau berbenah diri, agar rakyat yang menggajinya tak merasa kecewa berkepanjangan.

Mangkanya…

-------------------------------------------

*Penulis Choking Susilo Sakeh, Jurnalis Utama, menetap di Medan.

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini

 
Desain: indotema.com