![]() |
| Bupati dan Wakil Bupati Simalungun, menabur benih ikan di perairan Danau Toba. (foto/ist) |
Program ini bertujuan meningkatkan hasil tangkapan nelayan tradisional sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem perairan Danau Toba.
Penebaran benih ikan dilakukan Bupati Simalungun, H. Anton Achmad Saragih, bersama Wakil Bupati Benny Gusman Sinaga di perairan Danau Toba, Nagori Sibaganding, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Sumatera Utara.
Camat Girsang Sipangan Bolon, Viktor Sijabat, mengapresiasi langkah Pemkab Simalungun. Ia menilai populasi ikan red devil yang saat ini mendominasi Danau Toba telah mengancam keberlangsungan ikan endemik.
“Ikan red devil memangsa telur ikan endemik seperti ikan mas dan nila. Selain itu, ikan ini juga tidak memiliki nilai ekonomi karena harga jualnya rendah dan kurang diminati pasar,” ujar Viktor.
Ia berharap, kegiatan restocking dapat membantu menyeimbangkan ekosistem perairan Danau Toba serta memberi manfaat nyata bagi nelayan dan masyarakat sekitar.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Simalungun, Frengki Purba, menjelaskan bahwa restocking dilakukan di lima kecamatan kawasan Danau Toba wilayah Kabupaten Simalungun. “Di setiap kecamatan dilakukan penebaran 100 ribu benih ikan nila dan 100 ribu benih ikan mas,” jelas Frengki.
Adapun lima kecamatan tersebut meliputi Girsang Sipangan Bolon, Pamatang Sidamanik, Dolok Pardamean, Haranggaol Horisan, dan Pamatang Silimahuta. Kegiatan ini dibiayai melalui DPA Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan dalam APBD 2025.
Frengki menambahkan, program restocking ini diharapkan dapat meningkatkan produksi hasil tangkap nelayan tradisional yang saat ini dinilai masih sangat terbatas.
“Kami berharap tercipta keseimbangan populasi ikan endemik dengan ikan invasif. Selain itu, kami juga berupaya mengembangkan industri hilir perikanan agar nilai ekonomi hasil tangkap dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.
Bupati Simalungun Anton Achmad Saragih menegaskan bahwa kegiatan restocking merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kelestarian Danau Toba, yang baru-baru ini berhasil mempertahankan status Green Card Caldera Toba.
“Kita tahu ikan red devil menjadi ancaman karena memakan telur ikan mas dan nila serta tidak bernilai ekonomi. Ini menjadi tantangan besar bagi kita untuk mengelola Danau Toba secara berkelanjutan,” kata Bupati.
Ia berharap penebaran benih ikan di lima kecamatan tersebut dapat meningkatkan populasi ikan sekaligus membantu nelayan tradisional memperoleh hasil tangkapan yang lebih baik.
“Harapan kita, benih yang ditaburkan dapat berkembang dengan baik dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” tambahnya.
Salah seorang nelayan Nagori Sibaganding, Evi Manik, menyambut baik kegiatan tersebut. Ia mengaku hasil tangkapan nelayan tradisional saat ini sangat minim dibandingkan sebelumnya.
“Semoga restocking ini dilakukan secara berkelanjutan sehingga penghasilan nelayan bisa meningkat dan kebutuhan rumah tangga dapat terpenuhi,” ujarnya.
Kegiatan restocking ini turut dihadiri unsur Forkopimda, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Daniel Silalahi, Kepala Inspektorat Roganda Sihombing, Staf Ahli TP PKK Rospita Benny Gusman Sinaga, pengurus Dharma Wanita Persatuan, serta undangan lainnya.(tan)


