![]() |
| TNI AU mengerahkan pesawat raksasa terbaru A400M untuk menyalurkan bantuan logistik bagi korban bencana di wilayah Aceh, Sumut, dan Sumbar. (Foto:Dok TNI AU) |
Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau) Laksamana Pertama TNI I Nyoman Suadnyana mengatakan, pesawat A400M lepas landas dari Lanud Halim Perdanakusuma menuju Lanud Sultan Iskandar Muda (SIM), Aceh.
“Pesawat membawa muatan logistik seberat 19.589 kilogram yang terdiri atas bahan pangan dan kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana,” kata I Nyoman dalam keterangannya.
Selain ke Lanud Sultan Iskandar Muda, TNI AU juga menyalurkan bantuan menggunakan pesawat A400M ke sejumlah bandara lain di wilayah Sumatera.
“Bantuan dikirim ke beberapa lokasi, antara lain Lanud Soewondo Medan, Lanud Sutan Sjahrir Padang, Bandara Sibolga, Bandara Lhokseumawe, serta Bandara Rembele,” jelasnya.
Setibanya di posko masing-masing bandara atau lanud, bantuan logistik tersebut akan didistribusikan lebih lanjut menggunakan helikopter ke wilayah-wilayah terdampak yang belum dapat dijangkau melalui jalur darat akibat akses yang terputus.
TNI AU juga telah menyiapkan sejumlah unit helikopter untuk mendukung pendistribusian bantuan ke lokasi bencana.
I Nyoman menegaskan, langkah ini merupakan bagian dari komitmen TNI AU dalam mempercepat penanganan dan pemulihan pascabencana. Seluruh alat utama sistem senjata (alutsista) TNI AU akan terus dikerahkan untuk memastikan bantuan logistik tersalurkan dengan cepat dan tepat sasaran.
A400M merupakan pesawat angkut raksasa terbaru miliki TNI AU. Pesawat ini memiliki panjang 45,1 meter dan bentang sayap 42,5 meter, menjadikannya salah satu platform angkut berat paling modern di kelasnya. Indonesia tercatat sebagai negara ke-10 di dunia sekaligus ke-2 di Asia yang mengoperasikan “Multirole Aircraft” tersebut.
Dikutip dari laman resmi Kementerian Pertahanan, A400M dirancang untuk mengangkut muatan berat hingga 37 ton, setara dengan dua truk lapis baja atau satu helikopter berukuran sedang. Dengan kemampuan mencapai kecepatan maksimum 780 km/jam dan jangkauan terbang hingga kurang lebih 8.710 kilometer, A400M menawarkan mobilitas strategis yang sangat luas.
Untuk melengkapi kapabilitas tersebut, A400M juga dibekali fitur penting lainnya yang meningkatkan fleksibilitas operasional dalam berbagai misi. A400M berfungsi sebagai pesawat multiperan untuk pengisian bahan bakar di udara.
Selain itu, pesawat ini mampu melaksanakan logistic drop untuk mendukung operasi kemanusiaan, serta dapat lepas landas dari landasan pacu pendek maupun medan tanah yang tidak beraspal. Kemampuan ini menjadi sangat vital dalam kondisi darurat, terutama di wilayah yang tidak memiliki landasan pacu panjang atau fasilitas penerbangan memadai.
A400M dapat cepat dikonfigurasi menjadi pesawat pemadam udara berkapasitas hingga 20.000 liter air atau retardant untuk menangani kebakaran hutan di daerah terpencil.(mm/era)


