![]() |
| Melibatkan semua pihak, PT Inalum berkomitmen melestarikan lingkungan dengan melakukan penghijauan di kawasan Danau Toba. (foto/ist) |
Program ini dijalankan secara kolaboratif bersama Perum Jasa Tirta I (PJT-I) sebagai upaya menjaga keberlanjutan sumber daya air, hutan, dan ekosistem Danau Toba.
Kolaborasi tersebut meliputi pembangunan biopori, sumur resapan dan sumur injeksi, pembibitan dan penanaman pohon, edukasi lingkungan, hingga penguatan kapasitas masyarakat. Langkah ini menegaskan peran aktif INALUM dalam mendukung kelestarian Danau Toba sekaligus meningkatkan kebermanfaatan perusahaan bagi masyarakat dan daerah.
Kepala Divisi Konservasi dan Penghijauan INALUM, Sunarno A. Rakino, menyampaikan bahwa program konservasi ini merupakan wujud komitmen nyata perusahaan dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan keberlanjutan sumber daya alam.
“Danau Toba bukan hanya bentang alam, tetapi sumber kehidupan dan warisan bagi generasi mendatang. Upaya pelestarian hanya dapat berhasil melalui kolaborasi antara perusahaan, masyarakat, dan para pemangku kepentingan,” ujar Sunarno.
Sepanjang tahun 2025, INALUM bersama mitra merealisasikan berbagai kegiatan konservasi strategis yang tersebar di Kabupaten Toba, Humbang Hasundutan, Tapanuli Utara, Simalungun, Samosir, Dairi, dan Karo.
Di bidang konservasi air, sebanyak 10.000 lubang biopori dibangun, terutama di wilayah Kabupaten Simalungun dan Samosir. Selain itu, 500 unit sumur resapan dibangun di Kabupaten Toba, Humbang Hasundutan, dan Tapanuli Utara untuk meningkatkan daya serap air tanah serta mengurangi limpasan permukaan.
INALUM juga menginisiasi pembangunan 15 unit sumur injeksi di Humbang Hasundutan, Tapanuli Utara, dan Karo sebagai solusi inovatif menjaga ketersediaan air tanah di kawasan hulu Danau Toba.
Dalam upaya menumbuhkan kesadaran lingkungan sejak dini, program Sekolah Peduli Lingkungan menjangkau 15 sekolah di kawasan Danau Toba. Program ini dilaksanakan di sejumlah daerah, antara lain Toba, Humbang Hasundutan, Simalungun, Samosir, Dairi, dan Karo.
Untuk mendukung rehabilitasi lahan secara berkelanjutan, INALUM membangun tiga unit Kebun Bibit Rakyat (KBR) dengan kapasitas 50.000 bibit per tahun serta Pembibitan Modern Paritohan berkapasitas 500.000 bibit per tahun. Fasilitas ini menjadi penopang utama penyediaan bibit penghijauan jangka panjang di kawasan Danau Toba.
Sebagai langkah mitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), INALUM juga melaksanakan sosialisasi pencegahan karhutla berbasis komunitas melalui pembentukan dan pelatihan 18 kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA) di Humbang Hasundutan, Simalungun, Dairi, Karo, dan Samosir hingga tahun 2025.
Program rehabilitasi lingkungan diwujudkan melalui penanaman 1.050 pohon di berbagai lokasi prioritas kawasan Danau Toba dengan total area lebih dari 1.400 hektare. Jenis tanaman dipilih berdasarkan fungsi ekologis dan karakteristik lahan, seperti menahan erosi, meningkatkan daya serap air, serta memperkuat tutupan vegetasi.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari inisiatif INALUM dalam mitigasi bencana hidrometeorologi di Sumatera Utara.
Program konservasi yang dijalankan INALUM merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan perusahaan dalam menjaga Danau Toba sebagai sumber kehidupan, ruang budaya, dan penggerak ekonomi masyarakat sekitar. Melalui pendekatan kolaboratif, terukur, dan berkelanjutan, INALUM memastikan pelestarian lingkungan memberikan dampak nyata dalam mendukung Danau Toba sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) nasional.(zein)


