MTQN Ke-18 Sidamanik Resmi Dibuka, Bupati Simalungun Dorong Lahirnya Generasi Qur’ani Unggul

Sebarkan:
Bupati Simalungun, H Anton Achmad Saragih, secara resmi membuka Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional (MTQN) Ke-18 Tingkat Kecamatan Sidamanik. (foto/ist)
SIMALUNGUN – Bupati Simalungun, H Anton Achmad Saragih, secara resmi membuka Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional (MTQN) Ke-18 Tingkat Kecamatan Sidamanik, Kabupaten Simalungun, Minggu (25/1/2026).

Pembukaan MTQN yang mengusung tema “Membangun Generasi Qur’ani yang Berkarakter, Cerdas, Amanah, dan Unggul” ditandai dengan pemukulan bedug oleh Bupati Simalungun sebagai simbol dimulainya rangkaian perlombaan.

Ketua Panitia MTQN Ke-18, Pujianto, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut diikuti 260 peserta yang berasal dari 14 nagori dan satu kelurahan di wilayah Kecamatan Sidamanik. Peserta terbanyak berasal dari Nagori Bukit Rejo dan Nagori Manik Maraja, yang menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap pelaksanaan MTQ.

Sementara itu, Camat Sidamanik Juliana Fenanlanpir menyampaikan apresiasi kepada Bupati Simalungun beserta jajaran perangkat daerah yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut.

“Ini menjadi sejarah pertama kalinya pelaksanaan MTQ tingkat kecamatan di Sidamanik dihadiri langsung oleh Bapak Bupati Simalungun,” ujar Juliana.

Ia berharap MTQ tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga menjadi sarana pembinaan generasi muda yang berakhlak mulia, sekaligus memperkuat nilai kebersamaan, toleransi, dan kerukunan di tengah masyarakat.

Bupati Simalungun H Anton Achmad Saragih mengapresiasi seluruh panitia dan pihak terkait atas terselenggaranya MTQN Ke-18. Ia berharap dari ajang tersebut akan lahir qori dan qoriah terbaik yang mampu berprestasi hingga tingkat kabupaten, provinsi, bahkan nasional.

Bupati juga menekankan pentingnya peran orang tua dalam membimbing anak-anak mencintai dan menghafal Al-Qur’an.

“Dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa Al-Qur’an adalah bacaan yang sangat mulia. Maka berbahagialah orang tua yang memiliki anak hafiz Qur’an, karena itu menjadi bekal kita di dunia dan akhirat,” ungkapnya.

Selain itu, Bupati menyampaikan adanya program pendukung bagi para hafiz Qur’an, di mana peserta yang mampu menghafal 30 juz memiliki peluang lebih besar untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi atau sekolah tertentu melalui program beasiswa.

“Anak-anakku yang saya cintai, MTQ ini sangat luar biasa. Jika kita menghafal 30 juz Al-Qur’an dan memahami hadis Rasulullah, insya Allah kita mampu menghadapi tantangan dunia,” ujar Bupati.

Menurutnya, nilai-nilai dalam Al-Qur’an relevan dengan berbagai aspek kehidupan, termasuk manajemen dan kepemimpinan, yang saat ini telah banyak dikembangkan dalam berbagai pelatihan berbasis nilai Qur’ani.

Acara pembukaan MTQN Ke-18 Tingkat Kecamatan Sidamanik ditutup dengan pemukulan bedug sebanyak 18 kali oleh Bupati Simalungun, sebagai tanda resmi dimulainya seluruh rangkaian perlombaan. (tan)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini

 
Desain: indotema.com