![]() |
Tanah Bergerak Semakin Parah, Warga Desa Tandihat Tapsel Terpaksa Direlokasi. (foto:mm/subanta) |
Pergerakan tanah yang pertama kali terjadi pada 27 November 2025 itu terus meluas dan menyebabkan kerusakan berat pada rumah warga serta sejumlah fasilitas umum. Berdasarkan pantauan di lapangan, dari total 188 kepala keluarga (KK) yang bermukim di desa tersebut, seluruh bangunan kini mengalami kerusakan parah hingga runtuh.
Jalan desa yang sebelumnya hanya mengalami retakan kini patah dan terbelah bertingkat-tingkat. Kondisi serupa juga terjadi pada rumah warga, fasilitas MCK, masjid, sekolah, hingga kantor desa yang bergeser dan ambruk akibat pergerakan tanah ke arah bawah.
Sejumlah warga terlihat mulai membongkar sisa bangunan rumah mereka untuk menyelamatkan material yang masih bisa digunakan.
“Secara swadaya kami mengambil apa yang masih bisa dimanfaatkan. Atap dan kayu rumah lumayan untuk dibawa karena rumah sudah ambruk dan bergeser dari posisi awal,” ujar Rahman Harahap, salah seorang warga.
Warga menyebutkan, saat ini pemerintah tengah membangun hunian sementara bagi korban bencana sambil menunggu realisasi hunian tetap. Lokasi hunian sementara tersebut berada di lapangan sepak bola Kelurahan Simarpinggan, tidak jauh dari Pasar Simarpinggan.
Bencana tanah bergerak ini membuat Desa Tandihat dinilai tidak lagi layak huni dan membutuhkan penanganan cepat agar aktivitas dan keselamatan warga dapat segera dipulihkan. (subanta)


