![]() |
| ilustrasi berdoa (unsplash.com/Faseeh Fawaz) |
Dalam tradisi Islam, menjaga hati menjadi salah satu hal utama. Sebab, hati yang bersih diyakini akan menjauhkan seseorang dari sifat iri, dengki, hingga ucapan-ucapan kotor yang dapat merusak pahala amal.
Rasulullah SAW bahkan menjelaskan bahwa hati manusia tidak berada dalam satu keadaan yang sama. Ada hati yang terang karena iman, ada yang tertutup, hingga ada pula yang bercampur antara iman dan kemunafikan.
Berikut sabda Rasulullah SAW terkait kondisi hati manusia:
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : " الْقُلُوبُ أَرْبَعَةٌ : فَقَلْبٌ أَجْرَدُ فِيهِ مِثْلُ السِّرَاجِ أَزْهَرُ ، وَذَلِكَ قَلْبُ الْمُؤْمِنِ ، وَسِرَاجُهُ فِيهِ نُورُهُ . وَقَلْبٌ أَغْلَفُ مَرْبُوطٌ عَلَى غِلَافِهِ ، فَذَلِكَ قَلْبُ الْكَافِرِ . وَقَلْبٌ مَنْكُوسٌ ، وَذَلِكَ قَلْبُ الْمُنَافِقِ ، عَرَفَ ثُمَّ أَنْكَرَ . وَقَلْبٌ مُصَفَّحٌ ، وَذَلِكَ قَلْبٌ فِيهِ إِيمَانٌ وَنِفَاقٌ ، فَمَثَلُ الْإِيمَانِ فِيهِ كَمَثَلِ الْبَقْلَةِ يَمُدُّهَا مَاءٌ طَيِّبٌ ، وَمَثَلُ النِّفَاقِ كَمَثَلِ الْقُرْحَةِ يَمُدُّهَا الْقَيْحُ وَالدَّمُ ، فَأَيُّ الْمَادَّتَيْنِ غَلَبَتْ صَاحِبَتَهَا غَلَبَتْ عَلَيْهِ
Artinya, “Hati itu ada empat macam; hati yang bersih yang di dalamnya terdapat semacam pelita yang bersinar, hati yang tertutup lagi terikat, hati yang berbalik, dan hati yang berlapis. Hati yang bersih itu adalah hati orang Mukmin, dan pelita yang ada di dalamnya itu adalah cahayanya. Hati yang tertutup adalah hati orang kafir. Hati yang berbalik adalah hati orang munafik murni (tulen), ia mengetahui Islam lalu ingkar. Sedangkan hati yang berlapis adalah hati orang yang di dalamnya terdapat iman dan kemunafikan. Perumpamaan iman di dalam hati itu adalah seperti sayur-sayuran yang disiram air bersih. Sedangkan perumpamaan kemunafikan dalam hati adalah seperti luka yang dilumuri nanah dan darah. Mana di antara keduanya (iman dan kemunafikan) yang mengalahkan yang lainnya, maka dialah yang mendominasi.” (HR. Ahmad)
Dari hadits tersebut, umat Islam diingatkan bahwa hati perlu terus dijaga agar tetap berada dalam jalan yang benar. Salah satu cara yang disebut sebagai langkah strategis adalah memperbanyak dzikir kepada Allah Ta’ala.
Hal ini juga ditegaskan dalam Al Quran, sebagaimana firman Allah SWT berikut:
الَّذِينَ آمَنُواْ وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ اللّهِ أَلاَ بِذِكْرِ اللّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
Artinya, “(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d [13]: 28).
Karena itu, menjelang Ramadan, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak dzikir, memperbaiki diri, serta memohon kepada Allah agar diberikan hati yang bersih dan lapang dalam menjalani ibadah selama sebulan penuh.(mm/era)


