![]() |
| Plang Proyek renovasi sekolah MAN di Sumut. (foto:mm/zein) |
Kepala MAN Limapuluh, Erwin Parlindungan Nasution, mengatakan relokasi sementara telah dilakukan sejak Januari 2026. Dari total 36 ruang belajar yang direhabilitasi, enam rombongan belajar untuk sementara menumpang di SD Negeri 010185 dan SMP Negeri 1 Limapuluh.
“Karena perbaikan cukup banyak, proses belajar sementara kami pindahkan agar kegiatan siswa tetap berjalan,” ujarnya, Kamis (5/2/2026).
Erwin menyebut, berdasarkan informasi pada papan proyek, nilai pekerjaan renovasi di MAN Limapuluh diperkirakan mencapai sekitar Rp33 miliar.
Sementara itu, berdasarkan data Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), paket pekerjaan tersebut tercatat sebagai proyek rehabilitasi dan renovasi madrasah PHTC Provinsi Sumatera Utara 1 yang dikelola Kementerian Pekerjaan Umum menggunakan dana APBN 2025 dengan pagu anggaran Rp42,19 miliar.
Paket pekerjaan itu mencakup sejumlah madrasah di beberapa daerah, antara lain MAN 2 Padanglawas, MIN 3 Labuhanbatu Utara, MTsN 1 dan MTsN 2 Padanglawas, MIN 3 Asahan, MTsN Batu Bara, serta MAN Batu Bara. Proyek dimenangkan PT Bintang Milenium Perkasa dengan nilai kontrak sekitar Rp33,75 miliar dan masa pelaksanaan 240 hari kerja.
Sejumlah warga berharap pelaksanaan renovasi berjalan transparan dan tepat waktu. Mereka juga meminta kejelasan terkait pengelolaan material bekas bongkaran bangunan agar tidak menimbulkan pertanyaan di masyarakat.
Hingga kini, proses rehabilitasi masih berlangsung. Pihak sekolah berharap pekerjaan segera rampung sehingga kegiatan belajar mengajar dapat kembali normal di lingkungan madrasah.(zein)


