![]() |
| Direktur Utama PHR Regional 1, Muhamad Arifin (tengah) berfoto bersama sejumlah jurnalis yang ikut dalam kegiatan Media Gathering di Batam 13 Februari 2026. (doc. Pertamina) |
Batam (MM) – Pertamina Hulu Rokan (PHR) Regional 1 menyelenggarakan Media Gathering di Batam, 11-13 Februari 2026 sebagai bagian dari komitmen memperkuat kolaborasi dan komunikasi strategis dengan media massa. Mengusung tema “Innovating Through Collaboration”, kegiatan ini menjadi momentum apresiasi sekaligus sarana mempererat kemitraan dengan insan pers yang selama ini berperan penting dalam mendukung literasi publik dan ketahanan energi nasional.
Melalui kegiatan ini, PHR Regional 1 menegaskan pentingnya peran media sebagai mitra strategis dalam menyampaikan informasi yang akurat, berimbang, dan konstruktif mengenai industri hulu migas. Selain memperkuat silaturahmi, Media Gathering 2026 juga dirangkaikan dengan Malam Apresiasi Anugerah Jurnalistik Pertamina (AJP) 2025 sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi jurnalis di wilayah kerja Regional 1.
Direktur Utama PHR Regional 1, Muhamad Arifin, menyampaikan bahwa dirinya ingin membangun hubungan yang lebih dekat dan berteman dengan media. Menurutnya, tantangan operasional di tahun 2026 tidak dapat dihadapi sendiri, melainkan membutuhkan dukungan ekosistem yang solid, termasuk peran media sebagai mitra strategis.
“PHR Regional 1 memikul tanggung jawab besar dalam menjaga pasokan energi nasional. Sekitar sepertiga lifting minyak nasional. Ini menunjukkan betapa krusialnya peran Regional 1 dalam menjaga ketahanan energi Indonesia,” ujar Arifin.
Ia menambahkan bahwa mayoritas aset yang dikelola PHR Regional 1 merupakan lapangan migas yang telah mature, sehingga secara alamiah menghadapi tantangan laju penurunan produksi. Namun demikian, PHR Regional 1 tidak menjadikan kondisi tersebut sebagai hambatan.
“Di tahun 2026, kami mengusung strategi agresif namun terukur. Pengeboran sumur pengembangan terus kami dorong dengan tetap mengedepankan keselamatan. Kami menerapkan pendekatan seperti sumur eksplorasi Migas Non Konvensional (MNK), Batch Drilling dan Velocity String agar lapangan tua tetap produktif dan andal,” jelasnya.
Selain itu, transformasi digital dan pemanfaatan kecerdasan buatan menjadi pilar penting dalam strategi operasi. Melalui Digital & Innovation Center (DICE) dan sistem ONE PHR GIS, PHR Regional 1 mengintegrasikan data, digitalisasi, dan AI untuk meningkatkan akurasi pengambilan keputusan, efisiensi operasi, serta keselamatan kerja.
“Kalau rekan-rekan jurnalis memanfaatkan AI untuk menjaga akurasi pemberitaan, kami menggunakan AI untuk menjaga akurasi produksi. Di titik inilah kami merasa berada pada frekuensi yang sama dengan media, sama-sama mengandalkan data, verifikasi, dan presisi,” lanjut Arifin.
Dalam kesempatan tersebut, Arifin menegaskan bahwa dukungan media sangat dibutuhkan untuk mengiringi perjalanan PHR Regional 1 mencapai target produksi 2026. “Kami membutuhkan rekan-rekan media sebagai mitra yang kritis sekaligus konstruktif. Sampaikan jika ada yang perlu diperbaiki, namun kami juga berharap perjuangan ribuan pekerja di lapangan dapat tersampaikan secara utuh kepada publik,” ujarnya.
Kedepan, PHR Regional 1 berkomitmen untuk terus membuka ruang komunikasi, memperkuat kolaborasi, dan menjaga transparansi. “Menjaga energi Indonesia bukan hanya soal target hari ini, tetapi tentang membangun kepercayaan dan keberlanjutan untuk masa depan. Dengan kolaborasi yang kuat, kami yakin tantangan seberat apa pun dapat kita hadapi bersama,” tutur Arifin.
Diskusi Transformasi Media dan AI
Pemimpin Redaksi Katadata.co.id, Aria Wiratama menyampaikan materi tentang transformasi karya jurnalistik dengan bantuan AI
Sebanyak 32 jurnalis dari Riau, Jambi, Sumatera Selatan, dan Sumatera Utara mengikuti kegiatan ini. Salah satu narasumber yang hadir adalah Pemimpin Redaksi Katadata.co.id, Aria Wiratama.
Dalam paparannya, Aria menekankan bahwa perkembangan AI telah mengubah cara kerja media, terutama dalam pengolahan dan analisis data. Namun ia mengingatkan bahwa teknologi tidak dapat menggantikan peran utama jurnalis.
“AI sangat membantu kerja media dalam pengolahan data dan penyajian. Tapi peran utama tetap pada penulis. Ini hanya sarana yang mengoptimalkan kerja-kerja jurnalistik,” ujarnya.
Aria juga menegaskan pentingnya verifikasi dan pemahaman konteks dalam penggunaan AI. Menurutnya, wartawan tidak boleh sepenuhnya bergantung pada teknologi tanpa melakukan pengecekan fakta dan memperkaya latar belakang informasi.
“Jangan diserahkan semua kepada teknologi. AI membantu, kita yang mengendalikan,” katanya.
Melalui kegiatan ini, PHR Regional 1 berharap kolaborasi dengan media dapat semakin memperkuat literasi publik mengenai industri hulu migas sekaligus mengawal target produksi 2026. Di sisi lain, media diharapkan tetap menjalankan fungsi kontrol sosial secara independen dalam mengawal kinerja sektor energi nasional. (kbt)


