Koperasi JPAK PBS Siapkan Pendidikan dan Sertifikasi Sopir Logistik Pelabuhan Belawan, Targetkan Jadi “Bank Sopir”

Sebarkan:
Koperasi JPAK PBS Siapkan Pendidikan dan Sertifikasi Sopir Logistik Pelabuhan Belawan. (foto/ist)
MEDAN – Koperasi Jasa Pengemudi Angkutan Khusus Pelabuhan Belawan Sentris (JPAK PBS) didorong untuk mengambil peran strategis dalam peningkatan kompetensi dan kesejahteraan sopir angkutan logistik, termasuk melalui program pendidikan, pelatihan, hingga sertifikasi pengemudi.

Hal itu disampaikan Ketua Organda Sumatera Utara, Prof. Haposan Sialagan, saat bersilaturahmi dengan Ketua Dewan Pengawas Koperasi JPAK PBS Patar Panjaitan dan Sekretaris Eksekutif Organda Angsuspel Belawan, Eko, di Khana Cafe, Jalan Yos Sudarso, Medan, Kamis (12/2/2026).

Haposan menilai koperasi ke depan perlu dikembangkan menjadi “bank sopir”, yakni wadah pembinaan, pendataan, serta peningkatan kapasitas pengemudi logistik di Pelabuhan Belawan.

Menurutnya, koperasi dapat menjalin kerja sama dengan berbagai pihak seperti Direktorat Lalu Lintas Kepolisian, Dinas Perhubungan, perguruan tinggi, maupun Organda untuk membentuk lembaga sertifikasi pengemudi.

“Koperasi harus mampu meng-upgrade kompetensi sopir sesuai kebutuhan saat ini. Standar kompetensi penting untuk meningkatkan profesionalisme sekaligus kesejahteraan pengemudi,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pengawas Koperasi JPAK PBS, Patar Panjaitan, mengapresiasi dukungan Organda dan menegaskan komitmen koperasi dalam memperjuangkan kesejahteraan sopir logistik.

Ia menyebut pihaknya tengah menyiapkan grand design pengembangan koperasi sebagai dasar program peningkatan kesejahteraan pengemudi dan berharap seluruh pemangku kepentingan dapat duduk bersama mencari solusi.

“Kesejahteraan sopir harus menjadi perhatian bersama. Kami akan menyiapkan konsep besar pengembangan koperasi, dan Organda siap berkolaborasi,” kata Patar.

Ketua Koperasi JPAK PBS, Juprianel Siregar, menambahkan bahwa pihaknya telah memulai peningkatan kompetensi sopir. Dari sekitar 300 pengemudi, sebanyak 180 orang telah mengikuti pelatihan Safety Driver Awareness yang difasilitasi PT Pelindo pada 2025 dan telah mengantongi sertifikat dari PT Prima Pendidikan Indonesia, anak usaha PT Pelindo.

Selain itu, koperasi juga berkoordinasi dengan KSOP Utama Belawan terkait penerbitan kartu identitas (ID Card) bagi pengemudi yang telah tersertifikasi.

Juprianel mengungkapkan masih banyak sopir logistik yang belum memiliki BPJS Ketenagakerjaan. Untuk itu, koperasi mengambil langkah subsidi iuran sebagai bentuk perlindungan sosial.

“Kami berharap seluruh pihak, mulai dari Organda, ALFI ILFA, Asdeki, PT Pelindo hingga KSOP Utama Belawan, dapat mendukung program peningkatan kompetensi dan kesejahteraan pengemudi,” tutupnya.(awal yatim)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini

 
Desain: indotema.com