Selain itu, nama Ali Shamkhani, penasihat Khamenei sekaligus mantan menteri pertahanan, juga disebut-sebut sebagai target oleh jurnalis yang melaporkan secara langsung. Namun, sejauh ini belum ada konfirmasi mengenai keberhasilan serangan tersebut.
Seorang sumber keamanan Israel, yang berbicara secara anonim, mengungkapkan bahwa serangan awal diarahkan kepada tokoh-tokoh yang disebut terlibat dalam apa yang mereka klaim sebagai ‘rencana untuk menghancurkan Israel’.
Sementara itu, Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu menyatakan dalam video resmi bahwa serangan ini dilakukan untuk ‘menghapus ancaman eksistensial’ yang dituding berasal dari pemerintahan Iran. Netanyahu bahkan menyerukan agar rakyat Iran bangkit melawan pemerintahannya sendiri dan ‘mengambil kendali atas nasib mereka’.
“Saudara-saudara di Israel, baru-baru ini kita bersama Amerika Serikat melancarkan operasi untuk menghadapi rezim yang disebut sebagai teroris di Iran,” kata Netanyahu.
Ia menegaskan bahwa aksi militer ini akan menciptakan kondisi agar rakyat Iran bisa melepaskan belenggu tirani dan menegakkan Iran yang bebas serta mencintai perdamaian.
Dengan narasi seperti ini, operasi militer digambarkan seakan-akan merupakan tindakan pembebasan, padahal banyak pengamat internasional menilai klaim Israel dan AS sebagai propaganda yang menargetkan kepemimpinan sah Iran. Hingga kini, pihak Iran menegaskan kesiapannya mempertahankan kedaulatan dan keselamatan pemimpin negara serta rakyatnya. (int)


