![]() |
| Timnas Indonesia gagal mencetak sejarah baru di Piala Asia Futsal. Garuda kalah lewat drama adu penalti dari juara bertahan sekaligus pemilik gelar terbanyak, Iran, pada partai final Piala Asia Futsal 2026, Sabtu (7/2) malam. (Foto: Dok AFC) |
Indonesia pun harus menunda mencatatkan namanya di daftar juara turnamen dua tahunan ini. Sejauh ini baru ada ada dua negara yang merasakan mengangkat tropi Piala Asia Futsal sejak pertama kali digelar tahun 1999.
Iran kini semakin jauh menguasai daftar juara dengan 14 kali keluar sebagai kampiun (1999, 2000, 2001, 2002, 2003, 2004, 2005, 2007, 2008, 2010, 2016, 2018, 2024, 2026). Disusul Jepang dengan 4 kali juara (2006, 2012, 2014, 2022).
Pertandingan yang berlangsung di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta, ini berlangsung cukup ketat dan penuh drama. Skor berakhir 5-5 hingga babak tambahan waktu, sehingga sang juara harus ditentukan lewat adu penalti. Dalam adu penalti, Garuda kalah tipis dengan skor 4-5.
Jalannya Pertandingan
Skuad Garuda sempat tertinggal lebih dulu di awal laga, namun berhasil bangkit. Iran membuka keunggulan pada menit ketiga lewat Hosein Tayebi. Tendangan kaki kiri Tayebi tak mampu dibendung kiper Ahmad Habibie, membuat Iran unggul 1-0.
Indonesia merespons cepat. Reza Gunawan menyamakan kedudukan menjadi 1-1 pada menit ketujuh setelah memanfaatkan umpan terobosan dari lini belakang. Selang semenit kemudian, Israr Megantara membawa Indonesia berbalik unggul 2-1 melalui penyelesaian di dalam kotak penalti.
Kepercayaan diri tim Merah Putih semakin meningkat. Pada menit kesembilan, Israr kembali mencatatkan namanya di papan skor lewat skema lemparan jauh yang berujung duel satu lawan satu dengan kiper Bagher Mohammadi. Indonesia unggul 3-1.
Iran berupaya bangkit dan mendapat peluang emas melalui penalti pada menit ke-16. Namun, Ahmad Habibie tampil gemilang dengan menggagalkan eksekusi penalti Salar Aghapour.
Iran akhirnya mampu memperkecil ketertinggalan pada menit ke-18 melalui skema indirect free kick. Umpan datar Salar Aghapour diselesaikan Mahdi Karimi untuk mengubah skor menjadi 3-2.
Hingga wasit meniup peluit tanda akhir babak pertama, skor 3-2 untuk keunggulan Timnas Futsal Indonesia tetap bertahan. Dukungan ribuan suporter membuat Indonesia Arena bergemuruh, membuka peluang besar bagi Indonesia untuk mencetak sejarah di final AFC Futsal 2026.
Sengit di Babak Kedua
Memasuki babak kedua, Iran langsung tampil agresif sejak kick off untuk mengejar ketertingalan 2-3. Duel-duel keras mewarnai menit-menit awa babak kedual. Indonesia beberapa kali melakukan pelanggaran untuk meredam tekanan Iran.
Iran sukses menyamakan kedudukan menjadi 3-3 pada menit ke-23 melalui skema tendangan bebas. Tembakan mendatar Saeid Ahmad Abbasi menembus pagar hidup pertahanan Indonesia.
Namun, kegembiraan Iran tak bertahan lama. Pada menit ke-24, Indonesia kembali memimpin 4-3 lewat sepakan keras Samuel Eko yang gagal diantisipasi kiper Bagher Mohammadi.
Iran terus mendominasi penguasaan bola hingga menit ke-30. Meski demikian, pertahanan Indonesia tampil disiplin dan kerap melancarkan serangan balik berbahaya. Ahmad Habiebie juga tampil gemilang dengan sejumlah penyelamatan krusial di bawah mistar gawang.
Peluang emas Iran hadir pada menit ke-35 ketika tembakan Mohammadhossein Derakhshani dari sisi sayap membentur mistar gawang. Indonesia selamat dari kebobolan di momen krusial tersebut.
Iran akhirnya mampu menyamakan kedudukan pada menit ke-37 setelah menerapkan skema power play. Mahdi Karimi yang berperan sebagai kiper terbang sukses mencetak gol dan membuat skor kembali imbang 4-4.
Dua menit terakhir pertandingan berlangsung menegangkan. Iran terus menekan, sementara Indonesia beberapa kali menciptakan ancaman balik. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 4-4 tetap bertahan dan pertandingan pun harus ditentukan melalui babak extra time.
Memasuki babak extra time, Indonesia langsung menciptakan peluang pada menit pertama. Tembakan Wendy Brian Ick masih mengarah ke tengah gawang dan berhasil diamankan kiper Iran, Bagher Mohammadi.
Tak ada gol yang tercipta pada babak pertama perpanjangan waktu yang berlangsung selama lima menit. Iran lebih mendominasi penguasaan bola, sementara Indonesia mulai kesulitan mengembangkan permainan akibat kelelahan yang berdampak pada akurasi umpan.
Insiden pelanggaran keras terjadi pada menit ke-44 ketika pemain Iran, Behrooz Ahrimi, mengangkat kaki ke arah tulang kering Rizki Xavier hingga membuat pemain Indonesia itu mengerang kesakitan. Sementara itu, kiper Indonesia Ahmad Habiebie kembali tampil gemilang dengan menggagalkan peluang berbahaya Iran di awal extra time.
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-48 atau menit ketiga babak kedua perpanjangan waktu. Indonesia mencetak gol lewat sontekan jarak dekat Israr di depan gawang setelah memanfaatkan umpan panjang dari lini belakang.
Namun keunggulan tersebut tak bertahan lama. Iran kembali menyamakan kedudukan menjadi 5-5 pada menit ke-49 melalui sundulan Saeid Ahmad Abbasi. Hingga babak kedua extra time berakhir, skor 5-5 tetap bertahan. Laga pun harus dituntaskan melalui drama adu penalti.(mm/era)


