![]() |
| Bupati Sergai Darma Wijaya memikul panen raya di Desa Paya Mabar, Kecamatan Tebing Tinggi, Sergai. (foto/ist) |
Capaian tersebut berdasarkan rilis resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Sergai tentang produksi padi angka tetap tertanggal 2 Februari 2026.
Bupati Sergai, Darma Wijaya, menyebut luas panen padi tahun 2025 mencapai 55.196 hektare atau meningkat 7,98 persen dibanding tahun sebelumnya. Sementara produksi padi tercatat sebesar 356.508 ton Gabah Kering Giling (GKG), naik 7,02 persen dari 2024.
“Alhamdulillah, Sergai kembali menjadi yang tertinggi di Sumut untuk luas panen dan produksi padi. Ini hasil kerja bersama seluruh pihak,” ujar Darma Wijaya di Komplek Kantor Bupati Sergai, Jumat (13/2/2026).
Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kolaborasi pemerintah daerah, dukungan pemerintah pusat dan provinsi, serta kerja keras para petani.
Sepanjang 2025, berbagai program pertanian digulirkan, di antaranya bantuan benih padi 153 ton untuk 6.219 hektare lahan, 183 unit alat dan mesin pertanian (alsintan) seperti pompa air, traktor, dan combine harvester, serta optimalisasi lahan rawa dan non-rawa seluas lebih dari 9.000 hektare.
Selain itu, pemerintah juga menyalurkan pupuk subsidi berupa 13.518 ton urea, 15.611 ton NPK, dan 222 ton pupuk organik. Infrastruktur pendukung turut diperkuat melalui perbaikan irigasi sepanjang 8,2 kilometer, pembangunan jalan usaha tani, hingga program cetak sawah mandiri.
Darma Wijaya menyampaikan apresiasi kepada Prabowo Subianto, Kementerian Pertanian Republik Indonesia, serta Gubernur Sumut Bobby Nasution atas dukungan anggaran dan program pertanian yang diberikan kepada Sergai.
“Terima kasih kepada pemerintah pusat, provinsi, dan seluruh petani Sergai. Tanpa dukungan semua pihak, capaian ini tidak mungkin terwujud,” pungkasnya.(rasum)


