![]() |
| Wakil Bupati meninjau langsung fasilitas dapur, mulai dari area penerimaan bahan, penyimpanan, instalasi gas, hingga proses pencucian peralatan makan.(foto/ist) |
Dalam sambutannya, Audi Murphy mengapresiasi pihak pengelola yang telah berinvestasi membangun SPPG sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh para siswa.
Menurutnya, kehadiran SPPG tidak hanya meningkatkan pemenuhan gizi anak sekolah, tetapi juga membuka lapangan kerja serta berdampak pada perputaran ekonomi masyarakat sekitar.
Ia meminta para relawan dan pekerja menjalankan tugas secara serius, disiplin, dan berhati-hati demi menjaga kualitas layanan.
“Keberlangsungan SPPG ini ada di tangan kita bersama. Jika lalai, dampaknya bisa merugikan penerima manfaat dan mengancam operasional fasilitas ini,” ujarnya.
Usai peresmian yang ditandai dengan pengguntingan pita, Wakil Bupati meninjau langsung fasilitas dapur, mulai dari area penerimaan bahan, penyimpanan, instalasi gas, hingga proses pencucian peralatan makan.
Saat ini, SPPG Pardamean Ajibata melayani 1.513 penerima manfaat dari 16 sekolah, mulai tingkat PAUD, SD, SMP hingga SMA di Kecamatan Ajibata.
Selain itu, Wabup bersama Camat Ajibata juga meninjau pembangunan SPPG lain yang didirikan Badan Gizi Nasional (BGN) di kawasan perkantoran kecamatan. Fasilitas tersebut nantinya akan melayani program makan bergizi bagi ibu hamil dan menyusui, lansia, balita non-PAUD, serta sekolah di daerah tertinggal.(paber simanjuntak)


