![]() |
| Bangunan Pojok Baca Digital Desa bertiang PVC dan kaca berbentuk L senilai belasan juta rupiah. (foto/ist) |
Hingga kini, penanganan kasus tersebut di Polres Batu Bara disebut belum menunjukkan perkembangan signifikan. Kondisi ini memicu desakan dari masyarakat agar aparat penegak hukum dapat mengusut kasus secara transparan dan menyeluruh.
Sejumlah warga berharap pihak kepolisian tidak hanya menindak pihak pelaksana di lapangan, tetapi juga mengungkap pihak-pihak yang diduga menjadi aktor utama dalam kasus tersebut.
“Kami berharap kasus ini diusut tuntas dan terbuka, sehingga jelas siapa saja yang bertanggung jawab,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya, Selasa (31/3/2026).
Warga juga menyoroti efektivitas program pojok baca digital desa yang dinilai belum memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan literasi masyarakat. Menurut mereka, anggaran miliaran rupiah tersebut seharusnya dapat dialokasikan untuk kebutuhan lain yang lebih mendesak, seperti bantuan pendidikan bagi siswa kurang mampu.
Selain itu, masyarakat turut meminta lembaga pengawas seperti Komisi Informasi Publik (KIP) dan Ombudsman Perwakilan Sumatera Utara untuk ikut melakukan pemantauan dan pemeriksaan terhadap instansi terkait.
Mereka berharap adanya sinergi antara aparat penegak hukum dan lembaga pengawas guna memastikan penanganan kasus berjalan objektif, transparan, serta sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai perkembangan terbaru penanganan dugaan kasus tersebut.(zein)


