![]() |
| Ilustrasi kerusakan di Israel karena serangan rudal Israel. (Getty Images/Alexi J. Rosenfeld) |
Dilansir AFP, Jumat (20/3/2026), Iran meluncurkan beberapa rentetan rudal ke arah Israel pada Kamis (19/3) malam, setelah Netanyahu menyatakan bahwa republik Islam tersebut telah "dihancurkan" oleh perang.
Militer Israel mengatakan telah mengidentifikasi tiga rentetan tembakan rudal dalam satu setengah jam sebelum tengah malam, dan satu lagi beberapa jam kemudian.
Wartawan AFP mendengar beberapa ledakan keras di atas Yerusalem saat sirene serangan udara berbunyi di seluruh kota selama salah satu serangan sebelumnya. Layanan darurat Magen David Adom melaporkan tidak ada korban jiwa, tetapi polisi mengatakan ada kerusakan di beberapa lokasi.
Media Israel mengatakan pecahan peluru menghantam kota Haifa di utara dan sebuah lembaga pendidikan di pinggirannya, menyebabkan kerusakan tetapi tidak ada korban jiwa.
Sebelumnya pada Kamis (19/3), laporan media mengatakan sebuah kilang minyak di Haifa telah terkena serangan.
Dalam konferensi pers pada Kamis (19/3), Netanyahu mengatakan Israel dan Amerika Serikat "memenangkan" perang yang dimulai ketika sekutu melancarkan serangan terhadap Iran.
"Kami mengambil tindakan untuk menghancurkan industri-industri yang memungkinkan pembuatan rudal. Iran tidak lagi memiliki kemampuan untuk memperkaya uranium dan memproduksi rudal balistik," kata pemimpin veteran Israel itu.
"Kami menang dan Iran sedang dihancurkan." (dtc/mm)


