![]() |
Jelang Idul Fitri 1447 H, Bupati Simalungun Anto Achmad Saragih melakukan Sidak Pasar Serbelawan dan Cek Ketersediaan BBM. (foto/ist) |
Sidak dilakukan di Pasar Serbelawan, Kecamatan Dolok Batu Nanggar, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Kegiatan ini bertujuan menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Fitri.
Selain melakukan pemantauan harga, Pemkab Simalungun juga menggelar Operasi Pasar Murah guna membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
Kegiatan sidak dipimpin Bupati Simalungun, H Anton Achmad Saragih, didampingi Plt Asisten Perekonomian dan Pembangunan Rinton Damanik, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Eva Tambunan, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Pardomuan Sijabat, serta Plt Bapperida Alfian Denri Saragih.
Turut hadir perwakilan dari sejumlah instansi terkait seperti Dinas Pertanian, Bank Indonesia, dan Badan Pusat Statistik (BPS). Hadir pula Camat Dolok Batu Nanggar Siti Aminah Siregar bersama Kapolsek Serbelawan AKP Gunawan SH.
Dari hasil pemantauan di lapangan, harga sebagian besar bahan kebutuhan pokok di Pasar Serbelawan terpantau relatif stabil. Beberapa komoditas yang tidak mengalami fluktuasi harga antara lain cabai merah, cabai rawit, bawang merah, bawang putih, gula pasir, minyak goreng, serta telur yang dijual di berbagai kios dan grosir di pasar tersebut.
Selain memantau pasar tradisional, Bupati Simalungun juga melakukan sidak ke SPBU Serbelawan guna memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) menjelang Idul Fitri.
Pemilik SPBU Serbelawan, Adrian Hartanto, memastikan pasokan BBM maupun gas LPG dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Ia juga menyampaikan bahwa penambahan pasokan solar di SPBU memerlukan rekomendasi dari pemerintah daerah.
Bupati Simalungun, Anton Achmad Saragih, mengatakan bahwa sidak pasar dilakukan untuk memastikan distribusi kebutuhan pokok tetap lancar sekaligus mencegah praktik penimbunan oleh oknum pedagang atau distributor.
“Kita ingin memastikan tidak terjadi lonjakan harga yang signifikan. Inflasi yang tidak terkendali dapat berdampak pada penurunan daya beli masyarakat serta menimbulkan ketidakpastian bagi pelaku ekonomi,” ujarnya.
Menurut Bupati, upaya pengendalian inflasi tidak hanya dilakukan melalui sidak pasar, tetapi juga dengan berbagai langkah lain seperti pelaksanaan pasar murah, pengawasan distribusi, serta pemantauan ketersediaan pasokan bahan pokok.
Selain itu, Pemkab Simalungun juga melakukan pemeriksaan metrologi legal terhadap Barang Dalam Keadaan Terbungkus (BDKT) seperti minyak goreng kemasan dan gas LPG, serta pengecekan alat timbangan pedagang dan pompa ukur BBM.
“Pasokan dan kuantitas minyak serta gas LPG sering menjadi perhatian masyarakat. Karena itu pemerintah harus tanggap dan mengantisipasi agar tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat,” pungkasnya. (tan)


