![]() |
| Lomba Solu Bolon di HUT ke-27 Kabupaten Toba Paling Ramai Ditonton, Tim Samosir Raih Juara. (foto/ist) |
Meskipun hanya diikuti delapan tim dari empat kabupaten di kawasan Danau Toba, antusiasme masyarakat untuk menyaksikan perlombaan tersebut sangat tinggi. Sejak hari pertama pelaksanaan, ratusan warga telah memadati area venue untuk menyaksikan langsung pertandingan dayung sampan tradisional itu.
Panitia pelaksana lomba Solu Bolon, Jorotta Lumban Gaol, menjelaskan bahwa awalnya terdapat 10 tim yang mendaftar. Namun, hingga pelaksanaan lomba hanya delapan tim yang melakukan pendaftaran ulang dan mengikuti pertandingan.
“Peserta yang mendaftar awalnya ada 10 tim, tetapi yang melakukan pendaftaran ulang hanya delapan tim, sehingga yang bertanding delapan tim,” ujar Jorotta.
Adapun delapan tim tersebut berasal dari beberapa daerah di kawasan Danau Toba, yakni Kabupaten Samosir satu tim, Kabupaten Humbang Hasundutan satu tim, Kabupaten Tapanuli Utara dua tim, serta Kabupaten Toba empat tim.
Selama perlombaan berlangsung, suasana di sekitar venue terlihat meriah. Para penonton tampak antusias memberikan dukungan kepada tim favorit mereka hingga garis finis, meskipun harus berdesakan di tengah terik matahari.
Pada partai final, tiga tim berhasil melaju ke babak penentuan, yakni satu tim dari Kabupaten Samosir dan dua tim dari Kabupaten Tapanuli Utara. Dari hasil pertandingan, tim dari Kabupaten Samosir berhasil meraih juara pertama, sementara dua tim dari Kabupaten Tapanuli Utara masing-masing menempati juara kedua dan juara ketiga.
Menurut panitia, setiap tim dalam lomba Solu Bolon terdiri dari 12 orang, yakni 10 pendayung, satu helver, dan satu navigator yang bertugas mengatur arah dan ritme perahu.
Lomba Solu Bolon menjadi salah satu atraksi budaya yang turut memeriahkan peringatan HUT ke-27 Kabupaten Toba, sekaligus menjadi ajang pelestarian olahraga tradisional masyarakat di kawasan Danau Toba. (paber simanjuntak)


