PDIP Minta Pembangunan Gedung KDMP di Gunung Rante Batu Bara Ditunda, Warga Protes Status Lahan

Sebarkan:
Politisi PDI Perjuangan sekaligus Wakil Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Batu Bara, Bonar Manik. (foto/ist)
BATU BARA – Politisi PDI Perjuangan sekaligus Wakil Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Batu Bara, Bonar Manik, meminta pemerintah menunda pembangunan Gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Gunung Rante, Kecamatan Talawi, hingga ada kejelasan terkait status lahan yang digunakan.

Permintaan tersebut disampaikan Bonar Manik menyusul munculnya protes warga yang menolak pembangunan gedung koperasi di lapangan sepak bola desa yang selama ini digunakan sebagai sarana olahraga masyarakat.

“Saya meminta pembangunan Gedung KDMP di Desa Gunung Rante ditunda terlebih dahulu sampai ada kejelasan status tanah. Banyak warga yang memprotes dan menolak pembangunan di lapangan bola tersebut,” ujar Bonar Manik, Selasa (10/3/2026).

Menurutnya, warga menilai lapangan sepak bola itu bukan merupakan aset desa, melainkan hasil swadaya masyarakat sejak lama yang digunakan sebagai fasilitas olahraga bersama.

Bonar juga mengingatkan bahwa jika pembangunan tetap dipaksakan, maka berpotensi menghilangkan ruang publik yang selama ini dimanfaatkan masyarakat. Selain itu, pembangunan di lokasi tersebut dikhawatirkan dapat menimbulkan persoalan terkait tata ruang serta mengganggu fungsi lapangan sebagai sarana olahraga.

Meski demikian, ia menegaskan tetap mendukung program pemerintah pusat yang bertujuan memperkuat perekonomian desa melalui pembangunan koperasi.

“Secara prinsip saya mendukung program pemerintah pusat untuk memperkuat ekonomi desa melalui KDMP. Namun, pelaksanaannya harus tetap memperhatikan keberadaan ruang publik yang digunakan masyarakat,” katanya.

Sebelumnya, sebanyak 101 warga Desa Gunung Rante dilaporkan telah menandatangani petisi penolakan terhadap rencana pembangunan Gedung KDMP di lapangan sepak bola desa tersebut.

Penolakan juga disampaikan pegiat olahraga sekaligus tokoh masyarakat setempat, Joan Silalahi. Bersama warga, ia bahkan membentangkan spanduk protes agar pembangunan gedung koperasi tidak dilakukan di lapangan bola.

“Mau bermain bola di mana lagi jika lapangan yang sudah puluhan tahun digunakan masyarakat dijadikan gedung KDMP,” ujarnya.

Ia juga mengusulkan agar pemerintah mempertimbangkan lokasi lain, seperti memanfaatkan lahan Hak Guna Usaha (HGU) perkebunan yang dinilai masih cukup luas dan memungkinkan untuk dipinjam pakai demi kepentingan umum.

Warga berharap pemerintah daerah dapat meninjau kembali rencana pembangunan tersebut agar tidak menghilangkan fasilitas olahraga yang telah lama menjadi ruang publik bagi masyarakat Desa Gunung Rante. (zein)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini

 
Desain: indotema.com