![]() |
| Kapolres Asahan bersama Forkopimda memeriksa barisan pasukan Operasi Ketupan Toba 2026. (foto/ist) |
Apel tersebut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), di antaranya Wakil Bupati Asahan Taufik Rianto, Ketua DPRD Asahan, Dandim 0208/Asahan, Danlanal Asahan, serta perwakilan dari Pengadilan Negeri Kisaran.
Rangkaian kegiatan apel meliputi laporan komandan apel, pemeriksaan pasukan oleh pimpinan apel yang didampingi Forkopimda, serta penyematan pita tanda dimulainya Operasi Ketupat 2026 kepada perwakilan personel.
Dalam amanat Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang dibacakan Kapolres Asahan, disebutkan bahwa apel gelar pasukan dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia sebagai bentuk komitmen dan sinergi lintas sektor dalam mengamankan arus mudik dan perayaan Idul Fitri.
Operasi Ketupat 2026 akan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026, dengan melibatkan 161.243 personel gabungan dari Polri, TNI, serta instansi terkait.
Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, potensi pergerakan masyarakat pada masa Lebaran 2026 diperkirakan mencapai 143,9 juta orang, atau turun sekitar 1,75 persen dibandingkan tahun 2025 yang mencapai 146,4 juta orang.
Secara nasional, Polri juga telah menyiapkan 2.746 pos pengamanan, yang terdiri dari 1.624 pos pengamanan (Pospam), 779 pos pelayanan (Posyan), dan 343 pos terpadu sebagai pusat informasi dan pelayanan bagi masyarakat selama masa mudik dan arus balik.
Sementara itu, di wilayah Kabupaten Asahan, Kapolres AKBP Revi Nurvelani menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan delapan pos pengamanan, terdiri dari satu pos pelayanan dan satu pos terpadu, serta beberapa pos pengamanan lainnya di titik strategis.
“Personel yang disiapkan dari kepolisian sebanyak 199 orang, belum termasuk dukungan dari instansi terkait lainnya,” ujar Kapolres.
Selain pengamanan jalur mudik, Polres Asahan juga menyediakan layanan penitipan kendaraan bermotor bagi masyarakat yang akan mudik ke kampung halaman.
“Bagi masyarakat yang ingin menitipkan sepeda motor selama mudik, dapat menitipkannya di Mapolres Asahan maupun Polsek jajaran. Layanan ini tidak dipungut biaya dan akan kami data agar tetap aman,” jelas Kapolres.
Sementara itu, Wakil Bupati Asahan Taufik Rianto mengimbau masyarakat yang melakukan perjalanan mudik untuk tetap mematuhi aturan lalu lintas demi keselamatan bersama.
Ia juga memastikan bahwa ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Kabupaten Asahan dalam kondisi aman, sehingga masyarakat tidak perlu melakukan pembelian secara berlebihan.
Dengan berbagai persiapan tersebut, diharapkan pelaksanaan arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 di wilayah Kabupaten Asahan dapat berjalan aman, tertib, dan lancar. (rahmadhika)


