Sekreatis Pemuda Pancasila Batu Bara Desak Forkopimda Bersatu Perangi Narkoba hingga ke Desa

Sebarkan:
Sekretaris Jenderal MPC Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Batu Bara, Iskandar Zulkarnain,ST. (foto/ist)
BATU BARA – Sekretaris MPC Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Batu Bara, Iskandar Zulkarnain,ST, mendesak seluruh pemangku kepentingan dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk berkolaborasi secara serius dalam memerangi peredaran narkoba yang dinilai semakin mengkhawatirkan hingga ke tingkat desa.

Hal itu disampaikan Iskandar Zulkarnain saat berbincang dengan medanmerdeka.com, Minggu (15/3/2026). Ia menilai peredaran narkoba di Kabupaten Batu Bara sudah masuk pada tahap darurat karena menyasar generasi muda yang menjadi harapan masa depan daerah.

“Sudah saatnya kita bersatu memerangi narkoba di semua lini, termasuk melibatkan lembaga adat, tokoh agama, dan organisasi kemasyarakatan,” ujar Iskandar.

Menurutnya, komitmen bersama tersebut perlu dituangkan dalam bentuk pakta integritas yang melibatkan seluruh unsur, mulai dari TNI, Polri, BNN, Pemerintah Kabupaten Batu Bara, Satpol PP, Linmas, tokoh adat, tokoh agama, camat, kepala desa hingga organisasi masyarakat.

Ia menilai langkah bersama itu penting sebagai bentuk keseriusan seluruh pihak dalam memberantas peredaran narkoba, termasuk di lokasi-lokasi yang diduga menjadi titik rawan seperti tempat hiburan malam, perkebunan hingga pesisir pantai Selat Malaka.

“Program ini harus menjadi gerakan bersama untuk memerangi narkoba secara nyata. Semua pihak harus terlibat aktif agar jaringan peredaran narkoba bisa diputus hingga ke akar-akarnya,” tegasnya.

Iskandar juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi sosial masyarakat yang mulai terdampak oleh maraknya narkoba. Ia menyebut fenomena peredaran narkoba bahkan sudah berlangsung secara terbuka di sejumlah wilayah.

Menurutnya, di beberapa daerah pesisir seperti Tanjung Tiram, Perupuk, Gambus Laut, hingga Medang Deras, narkoba diduga masuk melalui jalur laut sebelum menyebar ke berbagai kecamatan di Kabupaten Batu Bara.

“Sekarang narkoba sudah merambah hingga ke pelosok desa. Bahkan ada yang dijual dalam paket kecil dengan harga sangat murah, sehingga dikhawatirkan dapat menjangkau anak-anak putus sekolah dan generasi muda,” ujarnya.

Ia juga meminta aparat penegak hukum (APH) untuk bertindak lebih tegas dan konsisten dalam mengungkap jaringan narkoba, tidak hanya menangkap pengguna atau pengecer, tetapi juga membongkar bandar besar yang menjadi sumber peredaran.

“Penegakan hukum harus lebih tegas dan menyentuh hingga ke tingkat bandar. Jangan hanya berhenti pada pemakai atau pengecer, sementara jaringan besarnya masih bebas berkeliaran,” pungkas Iskandar. (zein)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini

 
Desain: indotema.com