![]() |
| Ilustrasi/net |
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Batu Bara, Budi Junarman Sinaga, menyampaikan peningkatan kasus ini berdasarkan hasil skrining petugas di lapangan, mulai dari Puskesmas hingga rumah sakit.
“Dari hasil pemeriksaan, terdapat sejumlah wilayah dengan peningkatan kasus, di antaranya Sei Suka, Indrapura, Pematang Panjang, Labuhan Ruku, dan Tanjung Tiram. Kasus terbanyak ditemukan saat pemeriksaan di RSUD OK Arya Zulkarnain, yakni 16 kasus,” ujarnya.
Berdasarkan data Puskesmas, Kecamatan Indrapura mencatat jumlah kasus tertinggi sebanyak 17 kasus, disusul Sei Suka 16 kasus. Sementara itu, Tanjung Tiram, Labuhan Ruku, dan Limapuluh masing-masing mencatat 12 kasus, Pagurawan 6 kasus, serta Pematang Panjang 4 kasus. Adapun total temuan kasus di RSUD OK Arya Zulkarnain mencapai 57 kasus selama periode tersebut.
Budi menjelaskan, HIV merupakan virus yang menyerang dan merusak sistem kekebalan tubuh, khususnya sel yang berfungsi melindungi tubuh dari berbagai penyakit.
Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat berkembang menjadi AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome), yakni tahap akhir infeksi HIV yang ditandai dengan melemahnya sistem imun secara drastis. “Tanpa penanganan yang tepat, HIV dapat berkembang menjadi AIDS dalam kurun waktu sekitar 10 tahun,” jelasnya.
Penularan HIV terjadi melalui kontak dengan cairan tubuh penderita, seperti darah, sperma, cairan vagina, cairan anus, serta ASI. Namun, HIV tidak menular melalui udara, air, keringat, air mata, air liur, gigitan nyamuk, maupun sentuhan fisik.
Ia menambahkan, hingga saat ini HIV belum dapat disembuhkan, namun pengobatan dengan terapi antiretroviral (ARV) dapat memperlambat perkembangan virus dan meningkatkan kualitas serta harapan hidup penderita.
Dinas Kesehatan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesadaran akan pencegahan HIV melalui perilaku hidup sehat, pemeriksaan dini, serta tidak memberikan stigma kepada penderita. (zein)


