![]() |
| Sejumlah warga masih menjalani perawatan. (foto:mm/doni) |
Berdasarkan data sementara Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman Barat, jumlah warga yang terdampak mencapai 25 orang hingga Kamis (16/4/2026) pukul 08.00 WIB. Para korban mengalami gejala mual, muntah, sakit perut, dan diare.
Dari laporan awal, sebanyak 22 warga datang ke fasilitas kesehatan pada Rabu malam dengan keluhan serupa. Sebanyak 17 orang menjalani perawatan di Puskesmas Air Bangis, sementara lima lainnya menjalani rawat jalan.
Pada Kamis pagi, tiga pasien tambahan datang dengan keluhan pusing dan sesak napas. Setelah mendapatkan penanganan medis, ketiganya diperbolehkan pulang karena kondisi membaik.
Hingga Kamis sore, kondisi pasien yang dirawat di Puskesmas Air Bangis dilaporkan terus membaik. Tercatat hanya tiga orang yang masih menjalani perawatan, sementara lainnya telah diperbolehkan pulang.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, Tim Gerak Cepat Dinas Kesehatan Pasaman Barat langsung melakukan penanganan serta penyelidikan epidemiologi di lokasi.
Kepala Dinas Kesehatan Pasaman Barat, dr. Gina Alecia, M.Kes, memimpin langsung peninjauan ke Puskesmas Air Bangis dan lokasi kejadian untuk memastikan penanganan berjalan optimal.
Tim juga telah mengambil sampel makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan, termasuk sampel muntahan pasien. Sampel tersebut akan diuji di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Provinsi Sumatera Barat guna memastikan penyebab pasti kejadian.
Dinas Kesehatan mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam mengonsumsi makanan, khususnya jajanan, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami gejala keracunan. (doni setiawan)


