![]() |
| Sejumlah pekerja melakukan pengeboran untuk fasilitas air bersih bagi warga petani. (foto:mm/paber simanjuntak) |
Pembangunan sumur bor tersebut tersebar di dua desa, yakni Desa Hutabulu Mejan dan Desa Parsuratan, Kecamatan Balige, guna memenuhi kebutuhan air bersih sekaligus mendukung sektor pertanian warga.
Kepala Desa Hutabulu Mejan, Haposan Simanjuntak, mengatakan desanya mendapatkan 10 titik pembangunan sumber air yang saat ini masih dalam tahap pengerjaan.
“Dari 10 titik tersebut, lima sumur bor digunakan untuk mengairi persawahan dan perladangan, sementara lima lainnya untuk kebutuhan air bersih rumah tangga,” ujarnya, Kamis (16/4/2026).
Ia menjelaskan, program bantuan dari TNI ini merupakan kali kedua diterima oleh desanya. Sebelumnya, pada 2021–2022, desa tersebut telah memperoleh puluhan sumur bor yang dimanfaatkan untuk kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, keberadaan sumur bor sangat membantu warga, terutama dalam menghadapi musim kemarau yang kerap menyebabkan kekeringan lahan pertanian.
“Satu sumur bor bisa mengairi hingga 20 hektare lahan. Jika lima sumur untuk pertanian ini selesai, sekitar 100 hektare sawah tidak akan mengalami kekeringan saat musim kemarau,” jelasnya.
Atas bantuan tersebut, Haposan mewakili warga menyampaikan apresiasi kepada TNI, khususnya Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak, yang dinilai peduli terhadap kebutuhan air di daerah.
Sementara itu, Komandan Korem 023/Kawal Samudera, Kolonel Inf Iwan Budiarso, menegaskan bahwa kehadiran TNI di tengah masyarakat bertujuan membantu mengatasi berbagai persoalan, termasuk ketersediaan air bersih dan ketahanan pangan.
“Ini juga merupakan perintah KSAD agar TNI memperhatikan kebutuhan masyarakat, terutama terkait ketersediaan air bersih dan pencegahan kekeringan lahan,” ujarnya.
Pembangunan sumur bor ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperkuat ketahanan pangan, serta mengurangi risiko kekeringan di wilayah Kabupaten Toba. (paber simanjuntak)


