![]() |
| Ketua Umum Ikatan Wartawan Indonesia (IWI), Okeh Saputra. (foto/ist) |
Kegiatan tersebut menyasar sejumlah titik strategis, mulai dari Nagari Ujung Gading, Nagari Kuamang hingga kawasan Aek Tolang. Konsolidasi dilakukan sebagai langkah mempererat sinergi antarwartawan sekaligus memperkuat fondasi organisasi di tengah derasnya arus informasi digital yang semakin kompleks.
Dalam agenda tersebut, Okeh Saputra turun langsung menemui sejumlah awak media dan berdialog terkait tantangan dunia jurnalistik saat ini, termasuk pentingnya menjaga profesionalisme, etika, serta kekompakan antarinsan pers.
Menurutnya, organisasi pers harus hadir sebagai wadah pemersatu yang mampu memperkuat kualitas dan integritas wartawan di daerah.
“Di era yang penuh tantangan ini, kita tidak bisa berjalan sendiri. IWI hadir untuk menyatukan visi, memperkuat etika profesi, dan memastikan setiap jurnalis di Pasaman Barat bekerja secara profesional serta penuh tanggung jawab,” ujar Okeh Saputra.
Ia menegaskan, konsolidasi lapangan menjadi langkah strategis untuk membangun komunikasi yang lebih kuat antara organisasi dan para jurnalis di tingkat akar rumput.
Agenda tersebut mendapat sambutan positif dari para awak media di wilayah Lembah Melintang. Mereka menilai pendekatan langsung yang dilakukan pimpinan organisasi mampu membangkitkan kembali semangat kolektivitas, solidaritas, dan profesionalisme di kalangan wartawan.
Selain mempererat hubungan antarinsan pers, kegiatan itu juga diharapkan mampu menciptakan ekosistem media yang sehat, independen, dan berorientasi pada penyajian informasi yang akurat serta berimbang kepada masyarakat.
Konsolidasi yang digagas IWI tersebut dinilai menjadi bukti bahwa organisasi pers yang dikelola dengan visi dan kepemimpinan yang kuat tetap relevan sebagai mitra strategis dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya di Kabupaten Pasaman Barat. (doni setiawan)


