![]() |
| Kondisi Ilia Topuria babak belur usai kalah dari Justin Gaethje. (Foto: mmamania.com) |
Menurut Mendez, ada satu momen krusial yang menjadi titik balik pertarungan. Ia menduga pukulan awal yang mendarat di area mata kanan Topuria menjadi awal dari menurunnya performa sang petarung hingga akhirnya harus menyerah.
Topuria tidak mampu melanjutkan pertarungan setelah tim pelatihnya meminta wasit menghentikan laga menjelang ronde keempat. Sepanjang pertandingan, Gaethje terus menekan dan berhasil mengendalikan ritme pertarungan.
Dalam wawancara bersama Submission Radio, Javier Mendez mengaku melihat adanya perubahan signifikan pada kondisi Topuria setelah menerima pukulan yang mengenai area orbital mata.
"Saya tidak tahu apakah penilaian saya benar, tetapi saya merasa pukulan pertama Justin mengenai area orbital mata kanan Ilia. Saya pikir itu bisa menjadi awal dari semua masalah yang kemudian dia alami dalam pertarungan," kata Mendez.
Mendez menjelaskan bahwa cedera pada area orbital mata dapat memberikan dampak besar terhadap performa seorang petarung. Selain menimbulkan rasa sakit, cedera tersebut juga bisa memengaruhi fokus, penglihatan, dan kemampuan bertahan selama pertarungan berlangsung.
Ia mengaku melihat reaksi Topuria yang tampak kesakitan setiap kali kembali menerima serangan di area yang sama. "Setiap kali dia terkena pukulan di bagian itu, terlihat jelas ada rasa tidak nyaman. Saya tidak tahu kondisi pastinya, tetapi reaksinya menunjukkan bahwa area tersebut sangat mengganggunya," ujar coach Jav, sapaannya.
Pelatih berpengalaman itu menambahkan bahwa dirinya pernah menangani petarung yang mengalami cedera serupa dan dampaknya sangat terasa selama pertandingan.
"Saya pernah melihat petarung dengan cedera orbital. Mereka kesulitan tampil maksimal karena setiap pukulan yang masuk ke area tersebut terus memicu rasa sakit," jelasnya.
Meski kalah, Mendez tetap memberikan apresiasi terhadap ketangguhan mental Topuria. Menurutnya, mantan juara itu menunjukkan semangat juang luar biasa meskipun terus menerima tekanan dari lawannya.
"Dia menerima banyak pukulan di wajah, tetapi tetap bertahan dan terus berusaha. Itu menunjukkan bahwa dia adalah seorang petarung sejati," ungkap Mendez.
Di sisi lain, Mendez menilai kemenangan yang diraih Gaethje menjadi bukti bahwa petarung asal Amerika Serikat tersebut tampil dalam kondisi terbaiknya.
Sepanjang laga, Gaethje mampu bertahan dari sejumlah serangan berbahaya, termasuk pukulan keras ke arah tubuh yang sempat membuatnya berada dalam situasi sulit.
"Justin menunjukkan kualitas luar biasa. Banyak petarung hebat mungkin sudah tumbang setelah menerima serangan tubuh seperti itu, tetapi dia mampu bertahan dan bangkit kembali," kata Mendez.
Menurutnya, kemampuan Gaethje menyerap tekanan sekaligus tetap agresif menjadi faktor utama yang membawanya meraih kemenangan besar atas Topuria.
Mendez juga menyoroti keputusan Topuria yang sempat mencoba membawa pertarungan ke bawah setelah berhasil mengguncang Gaethje. Ia menilai langkah tersebut kemungkinan bukan bagian dari strategi awal.
"Saya tidak berpikir rencana utamanya adalah membawa Justin ke ground. Setelah melihat lawannya sempat goyah, mungkin dia merasa pertarungan sudah hampir selesai dan adrenalin mengambil alih," jelasnya.
Lebih lanjut, Mendez menilai ada kemungkinan Topuria datang ke pertarungan dengan rasa percaya diri yang berlebihan. "Bagi saya, ada kesan dia merasa sudah memenangkan pertarungan sebelum laga dimulai. Bisa saja dia sedikit meremehkan Justin Gaethje," ujarnya.
Kemenangan Gaethje turut mengubah peta persaingan di divisi ringan UFC, termasuk peluang duel besar melawan Islam Makhachev yang sebelumnya banyak dibicarakan.
Ketika ditanya mengenai peluang Islam menghadapi Topuria, Mendez menegaskan keyakinannya terhadap kemampuan anak didiknya. "Itu akan menjadi pertarungan yang berbeda karena gaya mereka tidak sama. Namun saya selalu percaya diri dengan Islam saat menghadapi siapa pun," katanya.
Mendez bahkan menyebut Islam Makhachev sebagai salah satu petarung paling cerdas dan komplet yang pernah tampil di MMA modern.
"Islam adalah salah satu petarung paling pintar dalam olahraga ini. Menurut saya, dia juga merupakan salah satu petarung paling lengkap yang ada saat ini," tutup Mendez.
Kekalahan dari Justin Gaethje tidak hanya menjadi salah satu kejutan terbesar di divisi ringan UFC tahun ini, tetapi juga membuat peluang duel impian antara Islam Makhachev dan Ilia Topuria semakin sulit terwujud dalam waktu dekat.(mm/net)


