![]() |
| Bupati Asahan Taufik ZA menghadiri sosialisasi P3-TGAI di Medan. (foto/ist) |
Kegiatan berlangsung di Hotel Aryaduta Medan diikuti kepala daerah dan perwakilan pemerintah daerah dari sejumlah kabupaten di Sumatera Utara, termasuk Kabupaten Asahan, Deli Serdang, Karo, Labuhanbatu, Langkat, Serdang Bedagai, dan Simalungun.
Turut hadir Kepala BBWS Sumatera II Medan beserta jajaran, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Asahan, para camat, kepala desa penerima program, serta Ketua Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) dari masing-masing daerah penerima manfaat.
Kasatker BBWS Sumatera II Medan, Indra Kurnia, menjelaskan bahwa Program P3-TGAI merupakan kegiatan rehabilitasi, peningkatan, dan pembangunan jaringan irigasi berbasis partisipasi masyarakat yang dilaksanakan secara swakelola oleh Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) dan Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (GP3A).
Menurutnya, program bertujuan meningkatkan kinerja pengelolaan jaringan irigasi sekaligus memberdayakan masyarakat petani melalui keterlibatan langsung dalam proses pembangunan dan pemeliharaan saluran irigasi.
Pada Tahun Anggaran 2026, program P3-TGAI akan dilaksanakan di 15 kabupaten/kota di Sumatera Utara. Kabupaten Asahan memperoleh alokasi sebanyak 56 lokasi, menjadikannya salah satu daerah dengan jumlah penerima manfaat yang cukup besar.
Sementara itu, Kepala BBWS Sumatera II Medan yang diwakili Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan SDA II, Ali Cahyadi Achmad, mengatakan sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman kepada pemerintah desa, camat, serta kelompok P3A mengenai mekanisme pelaksanaan program agar berjalan efektif, efisien, transparan, dan akuntabel.
“Kegiatan ini juga menjadi wadah memperkuat sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung pengelolaan irigasi yang berkelanjutan dan meningkatkan kesadaran bersama terhadap pentingnya menjaga sumber daya air,” ujarnya.
Usai mengikuti kegiatan, Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin menyampaikan apresiasi kepada BBWS Sumatera II Medan atas pelaksanaan sosialisasi tersebut. Menurutnya, Program P3-TGAI memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional dan meningkatkan produktivitas sektor pertanian.
“Program ini sangat penting karena berkaitan langsung dengan kebutuhan petani terhadap ketersediaan air irigasi yang memadai. Selain mendukung ketahanan pangan, program ini juga berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat petani,” kata Taufik.
Bupati juga menegaskan bahwa Kabupaten Asahan yang memperoleh alokasi 56 lokasi P3-TGAI harus mampu memanfaatkan program tersebut secara maksimal. Untuk itu, ia meminta seluruh pihak terkait, mulai dari Dinas PUPR, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, hingga kelompok P3A agar bersinergi dalam mengawal pelaksanaannya.
“Pelaksanaan program harus sesuai ketentuan, tepat sasaran, tepat mutu, tepat waktu, transparan, dan akuntabel sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat petani,” tegasnya.
Melalui Program P3-TGAI Tahun Anggaran 2026, Pemerintah Kabupaten Asahan berharap kualitas jaringan irigasi semakin baik, produktivitas pertanian meningkat, dan kesejahteraan petani dapat terus berkembang seiring dengan upaya memperkuat ketahanan pangan daerah maupun nasional.
Kegiatan sosialisasi berlangsung dengan tertib dan lancar hingga selesai pada pukul 15.00 WIB. Selain pemaparan program, peserta juga mendapatkan penjelasan teknis terkait pelaksanaan P3-TGAI Tahun Anggaran 2026 sebagai pedoman dalam pelaksanaan kegiatan di lapangan.(rahmadhika)


