![]() |
| Makhachev Diburu Penantang Haus Gelar, UFC 330 Sajikan Duel Paling Dinanti. (foto/ist) |
Pengumuman resmi UFC Rabu (18/6/2026) malam WIB tersebut mengakhiri berbulan-bulan spekulasi mengenai siapa lawan pertama Makhachev setelah sukses merebut sabuk juara kelas welter. Petarung asal Dagestan itu sebelumnya meninggalkan divisi ringan dan mencetak sejarah dengan menaklukkan Jack Della Maddalena untuk merebut gelar 170 pon. Kini, ia akan menjalani pertahanan gelar pertamanya menghadapi salah satu nama yang tengah naik daun di divisi tersebut.
Pertarungan ini dipastikan menjadi magnet utama UFC 330 yang digelar di Xfinity Mobile Arena, Philadelphia. UFC menempatkan duel tersebut sebagai main event lima ronde yang diprediksi akan menentukan arah persaingan kelas welter dalam beberapa tahun ke depan.
Makhachev Bertekad Lanjutkan Dominasi
Makhachev datang ke laga ini dengan status sebagai salah satu petarung terbaik lintas divisi di dunia. Rekornya kini mencapai 28 kemenangan dan hanya satu kekalahan, sementara ia juga tengah mengukir 16 kemenangan beruntun sejak takluk pada 2015. Rentetan kemenangan tersebut membuat namanya sejajar dengan para legenda UFC dalam daftar kemenangan beruntun terbanyak.
Sebelum pengumuman resmi keluar, Makhachev sempat menepis berbagai rumor mengenai calon lawannya. "Ada banyak rumor tentang saya melawan Ian Garry berikutnya, tetapi saya belum berbicara dengan pihak UFC mengenai pertarungan itu," kata Makhachev pada Mei lalu.
Kini, setelah UFC mengumumkan laga tersebut secara resmi, fokus Makhachev sepenuhnya tertuju pada upaya mempertahankan sabuk yang baru ia raih.
Di sisi lain, Garry akhirnya memperoleh kesempatan yang selama ini ia perjuangkan. Petarung berjuluk "The Future" itu terus mengampanyekan dirinya sebagai penantang paling layak sejak awal tahun.
Garry sempat mengalami kekalahan pertama dalam karier profesionalnya pada pertarungan profesional ke-16 saat menghadapi Shavkat Rakhmonov yang membuat rekor tak terkalahkannya ternoda.
Namun, ia bangkit dengan sangat meyakinkan melalui kemenangan beruntun atas mantan juara kelas welter Belal Muhammad dan Carlos Prates. Hasil itulah yang membuka jalan menuju perebutan gelar dunia pertamanya di UFC (rekor 17-1).
Setelah duel diumumkan, Garry langsung menunjukkan rasa percaya dirinya. Dalam pernyataan yang beredar di media internasional, petarung Irlandia itu mengirim pesan tegas kepada sang juara dan menegaskan keyakinannya bahwa ia mampu mengguncang dunia MMA pada malam pertarungan nanti.
Bagi Garry, laga ini bukan sekadar perebutan sabuk juara. Kemenangan akan membuatnya menjadi petarung Irlandia pertama yang merebut gelar UFC sejak era kejayaan Conor McGregor.
UFC 330 juga memiliki nilai historis tersendiri bagi Philadelphia. Ajang ini menjadi event bernomor UFC pertama yang digelar di kota tersebut dalam lebih dari satu dekade. Kehadiran Makhachev dan Garry sebagai laga utama diperkirakan akan menarik perhatian penggemar MMA dari seluruh dunia.
Secara gaya bertarung, duel ini menawarkan kontras yang menarik. Makhachev dikenal sebagai grappler elit dengan kontrol permainan yang luar biasa, sementara Garry merupakan striker teknikal yang mengandalkan pergerakan kaki dan serangan jarak jauh. Perbedaan gaya tersebut membuat banyak pengamat menilai pertarungan ini sebagai salah satu laga paling menarik yang akan digelar UFC sepanjang tahun 2026.
Meski sejumlah bandar menempatkan Makhachev sebagai favorit kuat, Garry tetap dianggap memiliki kemampuan untuk menciptakan kejutan besar apabila mampu mempertahankan duel di area striking dan menghindari tekanan grappling sang juara. Namun, Ian Garry juga tak bisa memandang remeh striking Makhachev sebagai salah satu petarung paling komplet di UFC.(Sumber: MMA Fighting, UFC)


