![]() |
| Tim Monitoring TP PKK Sumut Tinjau Lima Nagori Percontohan di Simalungun. (foto/ist) |
Kunjungan ini bertujuan memantau kesiapan sekaligus mengevaluasi pelaksanaan program yang akan diikutsertakan dalam lomba Nagori Percontohan tingkat Provinsi Sumatera Utara Tahun 2026.
Lima nagori yang ditetapkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun sebagai perwakilan lomba memiliki fokus program unggulan yang berbeda. Nagori Bandar Tinggi, Kecamatan Bandar Masilam, mewakili kategori Administrasi PKK. Nagori Dolok Majara, Kecamatan Tapian Dolok, mengikuti kategori Pola Asuh Anak dan Remaja di Era Digital (PAAREDI).
Selanjutnya, Nagori Karang Anyar, Kecamatan Gunung Maligas, mewakili kategori Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) PKK. Nagori Bandar Siantar, Kecamatan Gunung Malela, mengikuti kategori Aku Hatinya PKK (Amalkan dan Kukuhkan Halaman Asri, Teratur, Indah dan Nyaman). Sementara satu nagori di Kecamatan Bandar Huluan ditetapkan sebagai perwakilan pada kategori IVA Test.
Salah satu lokasi yang dikunjungi tim monitoring adalah Nagori Karang Anyar, Kecamatan Gunung Maligas. Tim yang dipimpin Dwikartika Sari, didampingi Amena Wati dan Enni Priastiwati, disambut hangat oleh jajaran pemerintah daerah, pengurus TP PKK, kader PKK, dan masyarakat setempat.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Bidang II TP PKK Kabupaten Simalungun Eva S. Ulyarta Tambunan, Camat Gunung Maligas Ayu Rukiah Sari Nasution, Pangulu Nagori Karang Anyar Syafi’i Ma’ruf, Kepala Puskesmas Gunung Maligas, unsur Forkopimca, serta para kader PKK.
Dalam sambutan Ketua TP PKK Kabupaten Simalungun Darmawati Anton Achmad Saragih yang dibacakan Eva S. Ulyarta Tambunan, disampaikan bahwa kunjungan tim monitoring provinsi menjadi momentum penting untuk menunjukkan hasil pembinaan dan implementasi Sepuluh Program Pokok PKK yang telah dijalankan hingga tingkat dasa wisma.
“Kami menyadari masih terdapat berbagai hal yang perlu dibenahi dalam pelaksanaan program PKK. Namun kami berharap kegiatan ini dapat menambah semangat, pemahaman, serta motivasi seluruh kader untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan di masyarakat,” ujar Eva.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Simalungun Benry Sipayung yang membacakan sambutan tertulis Bupati Simalungun H. Anton Achmad Saragih menyampaikan bahwa pembentukan nagori percontohan merupakan hasil sinergi antara pemerintah daerah, TP PKK, perangkat daerah terkait, dan berbagai elemen masyarakat.
Menurutnya, kegiatan monitoring tidak hanya menjadi sarana evaluasi, tetapi juga bentuk pendampingan untuk memastikan program pemberdayaan masyarakat berjalan secara optimal.
“Kami berharap kehadiran tim monitoring dapat menjadi motivasi bagi seluruh nagori percontohan untuk meraih hasil terbaik. Selain itu, masukan yang diberikan akan menjadi bahan perbaikan guna meningkatkan kualitas program yang dijalankan,” kata Benry.
Mewakili Ketua TP PKK Provinsi Sumatera Utara Kahiyang Ayu Bobby Nasution, Ketua Tim Monitoring Dwikartika Sari menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari supervisi yang telah dilakukan sebelumnya.
Ia mengatakan, monitoring lapangan bertujuan melihat secara langsung implementasi Sepuluh Program Pokok PKK di tengah masyarakat sekaligus mengukur komitmen dan konsistensi pembinaan yang dilakukan di setiap daerah.
“Hasil monitoring ini akan menjadi bagian dari proses penilaian untuk menentukan daerah yang lolos ke tahap berikutnya dalam lomba tingkat Provinsi Sumatera Utara,” ujar Dwikartika.
Kegiatan monitoring ditutup dengan penyerahan laporan pelaksanaan program dari seluruh jenjang PKK kepada tim monitoring serta peninjauan berbagai kegiatan kelompok binaan TP PKK di masing-masing nagori.
Melalui kegiatan ini, TP PKK Kabupaten Simalungun berharap seluruh nagori percontohan dapat memberikan hasil terbaik sekaligus memperkuat pemberdayaan keluarga dan masyarakat menuju pembangunan daerah yang berkelanjutan.(tan)


