![]() |
| Bupati Simalungun H Anton Achmad Saragih bersama rombongan diajang PENAS XVII Petani Nelayan 2026 di Gorontalo. (foto/ist) |
Dalam kegiatan nasional yang mempertemukan ribuan petani dan nelayan dari seluruh Indonesia tersebut, Bupati Simalungun Anton Achmad Saragih turut hadir bersama sejumlah kepala daerah, Menteri Pertanian, anggota DPR RI Rachmad Gobel, serta Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail.
Pada kesempatan itu, Wakil Presiden Gibran menegaskan bahwa ketahanan pangan dan kemandirian pangan nasional menjadi salah satu prioritas utama pemerintah di tengah berbagai tantangan global, mulai dari dinamika geopolitik hingga ketidakpastian ekonomi dunia.
“Indonesia tidak boleh bergantung pada negara lain dalam memenuhi kebutuhan pangan nasional. Ketahanan pangan harus dibangun dari kekuatan sektor pertanian dan perikanan dalam negeri,” tegas Gibran.
Menariknya, di tengah sambutannya, Wapres Gibran memberikan kesempatan kepada sejumlah petani untuk menyampaikan aspirasi secara langsung. Salah satu yang mendapat kesempatan tersebut adalah Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Simalungun, Parlindungan Manalu, yang hadir didampingi Bupati Anton Achmad Saragih.
Di hadapan Wakil Presiden, Parlindungan menyampaikan bahwa Kabupaten Simalungun sebagai salah satu lumbung pangan nasional masih menghadapi kendala pada sektor infrastruktur irigasi yang dinilai membutuhkan perhatian pemerintah pusat.
“Kabupaten Simalungun merupakan salah satu lumbung pertanian, namun kondisi irigasi kami sangat memprihatinkan. Kami berharap dukungan pemerintah pusat untuk percepatan pembangunan dan perbaikan jaringan irigasi,” ujar Parlindungan.
Merespons aspirasi tersebut, Wakil Presiden Gibran langsung meminta Kementerian Pertanian untuk menindaklanjuti usulan yang disampaikan guna mendukung peningkatan produktivitas pertanian di Kabupaten Simalungun.
Bupati Simalungun Anton Achmad Saragih menyambut baik perhatian pemerintah pusat terhadap kebutuhan petani di daerah. Ia mengapresiasi komitmen pemerintah dalam mendukung program swasembada pangan dan penguatan ketahanan pangan nasional.
Menurut Anton, PENAS XVII menjadi momentum penting bagi petani dan nelayan untuk memperluas wawasan, membangun jejaring, serta mempelajari berbagai inovasi dan teknologi modern yang dapat diterapkan di daerah masing-masing.
“PENAS XVII merupakan kesempatan strategis bagi petani dan nelayan untuk meningkatkan kapasitas, memperluas jaringan, serta membawa pulang berbagai inovasi yang dapat mendukung peningkatan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Pada ajang tersebut, Kabupaten Simalungun juga menjadi satu-satunya daerah dari Provinsi Sumatera Utara yang menghadirkan Stand Pertanian dan UMKM. Berbagai komoditas unggulan pertanian serta produk usaha mikro dan ekonomi kerakyatan dipamerkan untuk memperkenalkan potensi daerah kepada peserta dari seluruh Indonesia.
Bupati Anton menilai kehadiran stand tersebut menjadi bukti bahwa Kabupaten Simalungun memiliki potensi besar sebagai daerah lumbung pangan nasional sekaligus pusat pengembangan ekonomi berbasis pertanian dan UMKM.
Ia menegaskan bahwa sektor pertanian dan perikanan masih menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat Simalungun. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Simalungun terus mendorong peningkatan produktivitas melalui penguatan kelembagaan petani, pembangunan sarana dan prasarana pertanian, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Anton berharap seluruh peserta dan kontingen Kabupaten Simalungun dapat memanfaatkan PENAS XVII sebagai sarana belajar, bertukar pengalaman, dan menjalin kerja sama yang bermanfaat bagi kemajuan sektor pertanian dan perikanan di daerah.
“Melalui PENAS XVII ini, kami berharap semakin banyak ilmu, teknologi, wawasan, dan pengalaman yang dapat diterapkan di Kabupaten Simalungun sehingga mampu memperkuat posisi daerah sebagai salah satu lumbung pangan nasional,” pungkasnya.(tan)


