Argentina ke Semifinal, Sempat Kesulitan Atasi Perlawanan 10 Pemain Swiss

Sebarkan:
Julian Martinez sukses mencetak gol yang membuat Argentina unggul atas Swiss sebelum Lautaro memperbesar keunggulan atas Swiss menjadi 3-1. (Foto: affaseleccion/Instagram)
JAKARTA - Argentina kembali menunjukkan mental juara untuk menjaga asa mempertahankan gelar Piala Dunia. Albiceleste mengalahkan Swiss dengan skor 3-1 setelah melalui babak perpanjangan waktu pada laga perempat final Piala Dunia 2026 di Kansas City Stadium, Minggu (12/7/2027) WIB.

Kemenangan ini tidak diraih dengan mudah. Tim asuhan Lionel Scaloni harus bekerja keras selama 120 menit sebelum akhirnya memastikan tiket semifinal. Argentina selanjutnya akan menghadapi Inggris yang lebih dulu menyingkirkan Norwegia dengan skor 2-1

Argentina langsung mengambil inisiatif serangan sejak menit awal. Dominasi mereka membuahkan hasil pada menit ke-10. Berawal dari sepak pojok Lionel Messi, Alexis Mac Allister menyambut bola dengan sundulan keras yang gagal dihentikan Gregor Kobel. Gol tersebut membawa Argentina unggul 1-0 sekaligus membuat pertandingan berjalan sesuai rencana mereka.

Setelah unggul, Argentina tetap menguasai penguasaan bola. Messi beberapa kali membuka ruang bagi Julián Álvarez dan Alexis Mac Allister, tetapi disiplin lini belakang Swiss membuat tidak ada tambahan gol hingga babak pertama usai.

Memasuki babak kedua, Swiss tampil jauh lebih berani. Tim asuhan Murat Yakin mulai menekan pertahanan Argentina dan akhirnya berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-67 melalui Dan Ndoye. Penyerang Nottingham Forest itu memanfaatkan celah di pertahanan Argentina sebelum melepaskan penyelesaian akurat yang membuat Emiliano Martínez tak berdaya. Skor berubah menjadi 1-1 dan pertandingan kembali terbuka. (AP News)

Namun, momentum Swiss berubah drastis hanya lima menit berselang. Breel Embolo menerima kartu kuning kedua setelah VAR meninjau ulang sebuah insiden dan menyimpulkan bahwa ia melakukan simulasi. Keputusan tersebut memicu perdebatan karena semula wasit memberikan kartu kepada pemain Argentina sebelum mengubah keputusan setelah melihat tayangan ulang. Swiss pun harus melanjutkan pertandingan dengan 10 pemain sejak menit ke-72.

Meski bermain dengan jumlah pemain lebih sedikit, Swiss bertahan dengan disiplin luar biasa. Argentina terus menekan, tetapi Kobel beberapa kali melakukan penyelamatan penting sehingga skor 1-1 bertahan hingga 90 menit dan pertandingan dilanjutkan ke babak tambahan.

Ketika laga tampak akan ditentukan melalui adu penalti, Julián Álvarez muncul sebagai pembeda. Pada menit ke-112, penyerang Manchester City itu melepaskan tendangan melengkung dari luar kotak penalti yang bersarang di pojok atas gawang Swiss. Gol indah tersebut membawa Argentina kembali unggul 2-1.

Swiss yang sudah kelelahan mencoba menyerang demi mengejar ketertinggalan. Namun, langkah itu justru membuka ruang di lini belakang. Pada menit 120+1, Lautaro Martínez memanfaatkan serangan balik cepat untuk mencetak gol ketiga Argentina sekaligus memastikan kemenangan 3-1.

Keberhasilan ini memperpanjang perjalanan Argentina yang selalu harus melewati pertandingan dramatis pada fase gugur. Sebagai juara bertahan, Albiceleste kini tinggal dua langkah lagi untuk mempertahankan trofi Piala Dunia, sesuatu yang terakhir kali dilakukan Brasil pada 1962.

Di sisi lain, Swiss harus mengakhiri perjalanan impresifnya di delapan besar. Meski gagal menciptakan sejarah dengan lolos ke semifinal, tim asuhan Murat Yakin tampil kompetitif dan sempat merepotkan salah satu favorit juara sebelum akhirnya menyerah di babak tambahan waktu. Kontroversi kartu merah Breel Embolo juga menjadi salah satu momen yang paling banyak dibicarakan setelah pertandingan.(sumber:FIFA Match Centre, talkSPORT)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini

 
Desain: indotema.com