![]() |
| Batik Shibori Humbahas Curi Perhatian di PRSU 2026. (foto/ist) |
DI TENGAH beragam produk unggulan yang dipamerkan pada Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) 2026, Batik Shibori khas Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) berhasil mencuri perhatian pengunjung. Motifnya yang unik dengan sentuhan kearifan lokal menjadi daya tarik tersendiri, meski harganya mencapai jutaan rupiah.
Batik yang dikenal dengan nama Humbang Shibori itu menjadi salah satu produk unggulan di Paviliun Kabupaten Humbahas. Kain tersebut dipamerkan bersama berbagai hasil kerajinan lokal sebagai bagian dari upaya memperkenalkan potensi ekonomi kreatif daerah kepada masyarakat.
Bagi sebagian besar pengunjung, Batik Shibori Humbahas masih tergolong produk baru. Namun, kain khas ini sebenarnya telah beberapa kali mengikuti pameran berskala nasional sebagai representasi kerajinan unggulan dari Kabupaten Humbahas.
Keunikan motif yang terinspirasi dari budaya lokal, dipadukan dengan tekstur kain yang lembut dan proses pembuatan yang membutuhkan ketelitian tinggi, menjadikan Batik Shibori memiliki nilai jual yang cukup tinggi. Pada PRSU 2026, kain tersebut dipasarkan dengan harga mulai Rp350 ribu hingga Rp1,8 juta per lembar, tergantung jenis bahan dan motif.
Lulu, penjaga stan Kabupaten Humbahas, mengatakan banyak pengunjung yang mampir untuk melihat koleksi Batik Shibori. Menurut mahasiswa Politeknik Negeri Medan (Polmed) itu, tidak sedikit pengunjung yang tertarik dengan motif dan kualitas kainnya.
“Banyak yang tertarik melihat Batik Shibori Humbahas. Mereka bilang motifnya unik dan berbeda-beda. Memang harganya cukup tinggi, tapi sebanding dengan kualitas dan proses pembuatannya,” ujar Lulu.
Tak hanya menghadirkan Batik Shibori, Paviliun Kabupaten Humbahas juga menampilkan beragam produk unggulan lainnya, mulai dari komoditas pertanian seperti cabai, bawang merah, kopi, hingga aneka rempah-rempah.
Selain itu, perhatian pengunjung juga mampir pada produk parfum khas Humbahas yang diracik menggunakan aroma kopi dan kemenyan. Perpaduan bahan alami tersebut menghasilkan aroma yang khas sekaligus lebih tahan lama.
Melalui keikutsertaan dalam PRSU 2026, Pemerintah Kabupaten Humbahas berharap produk-produk unggulan daerah semakin dikenal masyarakat luas, sekaligus membuka peluang pasar yang lebih besar bagi pelaku usaha lokal dan industri kreatif di wilayah tersebut.(ahmad rizal)


