Irigasi Baru Senilai Rp690 Juta Disambut Antusias Petani Sergai, 150 Hektare Sawah Siap Dialiri Air

Sebarkan:
Proses pembangunan sarana irigasi Program Optimasi Lahan (Oplah) Non Rawa dari Kementerian Pertanian RI di Dusun Langsat, Desa Melati II, Kecamatan Perbaungan, Serdang Bedagai.(foto/ist)
SERDANG BEDAGAI – Pembangunan sarana irigasi melalui Program Optimasi Lahan (Oplah) Non Rawa Kementerian Pertanian di Dusun Langsat, Desa Melati II, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, mendapat sambutan positif dari masyarakat, khususnya para petani.

Program tersebut dinilai mampu menjawab kebutuhan petani akan ketersediaan air untuk mengairi lahan persawahan yang selama ini masih bergantung pada saluran irigasi yang belum permanen.

Kepala Dusun Langsat, Wiharto, mengatakan pembangunan irigasi tersebut sangat membantu masyarakat dalam mendukung aktivitas pertanian sekaligus meningkatkan produktivitas sawah.

"Selama ini masyarakat sudah lama menantikan pembangunan irigasi permanen. Kehadiran Program Oplah Non Rawa dari Kementerian Pertanian sangat membantu petani dalam memperoleh pasokan air untuk persawahan," ujar Wiharto saat ditemui di lokasi pembangunan, Rabu (29/7/2026).

Ia menambahkan, setiap usulan pembangunan di Dusun Langsat selalu disampaikan kepada masyarakat agar diketahui bersama. Bahkan sebelum program tersebut terealisasi, warga telah bergotong royong membangun saluran irigasi sepanjang sekitar 100 meter secara swadaya.

"Pada prinsipnya masyarakat sangat terbuka terhadap pembangunan yang membawa manfaat. Kami berterima kasih kepada Dinas Pertanian Kabupaten Serdang Bedagai yang telah memberikan perhatian kepada masyarakat Dusun Langsat," katanya.

Menurut Wiharto, pembangunan irigasi tersebut merupakan usulan Kelompok Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Wesdari yang kemudian diajukan melalui Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (GP3A) kepada Dinas Pertanian hingga akhirnya mendapat persetujuan dari Kementerian Pertanian.

Sementara itu, Ketua P3A Wesdari, Supriadi, menjelaskan Program Oplah Non Rawa tersebut didanai Kementerian Pertanian RI dengan nilai anggaran sekitar Rp690 juta.

Dana tersebut digunakan untuk membangun sarana irigasi yang ditargetkan mampu mengairi sekitar 150 hektare lahan persawahan di Dusun Langsat.

"Pelaksanaan pekerjaan dikelola langsung oleh kelompok P3A Wesdari agar kualitas pembangunan benar-benar terjaga karena nantinya fasilitas ini akan dimanfaatkan langsung oleh para petani," ujarnya.

Supriadi mengatakan pembangunan saluran irigasi melibatkan tenaga kerja yang memiliki keahlian khusus dalam pekerjaan pelapisan saluran (lining) agar konstruksi lebih kuat dan memiliki umur pakai yang panjang.

Ia juga mengungkapkan proses pembangunan berjalan lancar tanpa kendala berarti. Bahkan, sejumlah pemilik lahan yang terdampak jalur pembangunan memberikan dukungan penuh dan tidak meminta ganti rugi karena menilai keberadaan irigasi tersebut akan memberikan manfaat besar bagi sektor pertanian di wilayah mereka.(rasum)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini

 
Desain: indotema.com