Jangan Asal Sarapan, Ini 9 Jenis Makanan dan Minuman Pantangan Bagi Penderita Asam Lambung

Sebarkan:
Penderita GERD perlu lebih selektif dalam memilih makanan dan minuman di pagi hari, terutama yang berpotensi meningkatkan produksi asam lambung atau memicu refluks ke kerongkongan. (Foto: Ilustrasi)
JAKARTA - Kekambuhan penyakit asam lambung atau gastroesophageal reflux disease (GERD) sering dipicu oleh pola makan sehari-hari. Karena itu, penderita GERD perlu lebih selektif dalam memilih makanan dan minuman di pagi hari, terutama yang berpotensi meningkatkan produksi asam lambung atau memicu refluks ke kerongkongan.

GERD terjadi ketika otot sfingter esofagus bagian bawah (lower esophageal sphincter/LES) melemah atau mengendur sehingga asam lambung mudah naik ke kerongkongan. Kondisi ini dapat menimbulkan gejala seperti nyeri ulu hati, sensasi terbakar di dada, mual, hingga rasa asam di mulut.

Jenis makanan, porsi makan, serta posisi tubuh setelah makan merupakan faktor yang dapat memengaruhi munculnya gejala GERD.

Berikut daftar makanan dan minuman yang sebaiknya dibatasi oleh penderita asam lambung, menurut tim medis Siloam Hospitals, dikutip dari laman resminya, Senin (10/9/2026);

1. Cokelat

Cokelat mengandung kafein dan theobromine yang dapat merelaksasikan otot sfingter esofagus bagian bawah. Akibatnya, risiko asam lambung naik ke kerongkongan meningkat. Konsumsi cokelat berlebihan juga dapat memicu sensasi panas dan nyeri pada ulu hati.

2. Makanan Pedas

Senyawa capsaicin dalam cabai dapat memicu nyeri lambung dan sensasi terbakar di dada. Selain itu, capsaicin dapat memperlambat proses pengosongan lambung sehingga makanan bertahan lebih lama di dalam lambung dan merangsang peningkatan produksi asam lambung.

3. Bawang-bawangan

Bawang merah, bawang putih, dan bawang bombai diketahui dapat melemahkan fungsi sfingter esofagus. Bahan makanan ini juga berpotensi meningkatkan produksi asam lambung dan menyebabkan iritasi pada saluran pencernaan.

4. Buah Sitrus

Jeruk, lemon, dan grapefruit memiliki kandungan asam yang tinggi. Buah-buahan ini dapat memperburuk gejala GERD pada sebagian penderita dengan meningkatkan iritasi pada kerongkongan dan mempermudah terjadinya refluks asam.

5. Makanan Asin

Asupan garam yang berlebihan dikaitkan dengan peningkatan risiko refluks asam lambung. Risiko tersebut dapat semakin tinggi bila makanan asin dikonsumsi bersamaan dengan makanan pedas atau bawang-bawangan.

6. Tomat

Tomat memiliki tingkat keasaman yang cukup tinggi. Konsumsi tomat dalam jumlah berlebihan dapat memicu peningkatan asam lambung dan memperparah gejala GERD.

7. Kopi

Kopi sering dianggap sebagai salah satu pemicu gejala asam lambung karena kandungan kafein dan sifat asamnya. Meski demikian, penelitian mengenai hubungan langsung antara konsumsi kopi dan GERD masih menunjukkan hasil yang beragam. Pada sebagian orang, kopi dapat menyebabkan relaksasi sfingter esofagus sehingga memicu refluks.

8. Minuman Beralkohol

Alkohol dam rokok dapat melemahkan sfingter esofagus serta meningkatkan risiko refluks asam. Konsumsi alkohol secara rutin juga dapat memperburuk gejala GERD dan menyebabkan nyeri ulu hati yang menetap.

9. Makanan Tinggi Lemak

Makanan tinggi lemak membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna. Kondisi ini memperlambat pengosongan lambung dan dapat meningkatkan produksi asam lambung. Lemak juga berpotensi menyebabkan relaksasi sfingter esofagus.

Makanan yang Dianjurkan 

Untuk membantu mengurangi risiko kekambuhan GERD, penderita disarankan mengonsumsi makanan yang lebih ramah bagi lambung, antara lain:

  1. Makanan tinggi serat, seperti sayuran hijau, biji-bijian, dan umbi-umbian
  2. Makanan bersifat basa, seperti pisang, melon, kembang kol, dan kacang-kacangan
  3. Makanan dan minuman berair, seperti mentimun, semangka, selada, seledri, sup berbahan dasar kaldu, dan teh herbal.

Selain mengatur pola makan, penderita GERD juga dianjurkan menghindari kebiasaan berbaring setelah makan, makan dalam porsi besar, serta makan terlalu dekat dengan waktu tidur. Perubahan gaya hidup tersebut dapat membantu mengurangi frekuensi kambuhnya gejala asam lambung.(sumber:erakini.id)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini

 
Desain: indotema.com