Lansia Hidup di Rumah Tak Layak tapi Masuk Desil 6, Hasyim: Pemerintah Jangan Cuma Duduk di Belakang Meja!

Sebarkan:
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Medan, Hasyim menemui langsung kondisi keluarga Ani br Sitohang sekaligus memberikan bantuan keperluan sehari-hari. (foto/ist)
KEPEDULIAN nyata ditunjukkan oleh Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Medan, Hasyim, SE, yang turun langsung menyambangi kediaman Ani br Sitohang, seorang lansia, warga prasejahtera di Kelurahan Timbang Deli, Kecamatan Medan Amplas, Jumat.

Kunjungan ini dilakukan setelah Hasyim menerima laporan darurat dari warga melalui layanan Call Centre PDI Perjuangan Kota Medan. Setibanya di lokasi, Hasyim mendapati kenyataan yang sangat memprihatinkan. Ani hidup di sebuah rumah yang jauh dari kata layak huni dan selama ini tidak pernah tersentuh bantuan sosial apapun dari pemerintah. Alasannya sepele namun fatal: data administratif menggolongkan Ani ke dalam kelompok Desil 6.

Tak hanya Ani, Hasyim yang didampingi Bendahara DPC Ust. Fuad Akbar, Wakil Sekretaris Hermanto Sagala, Ketua PAC Medan Amplas Kawar Sembiring, serta Lurah Timbang Deli Vivi Andriani, juga menyempatkan diri meninjau rumah keponakan Ani, Noel Maranathan Sitohang, yang tak jauh dari lokasi. Noel tinggal bersama ibu dan kedua adiknya dalam kesusahan, di mana sang ibu harus banting tulang sebagai pemulung (botot) demi menyambung hidup.

Melihat kondisi di lapangan yang kontras dengan data birokrasi, Hasyim melontarkan kritik tajam. "Data itu alat untuk melayani rakyat, bukan untuk menyiksa rakyat! Jangan sampai gara-gara kaku pada angka di atas kertas —seperti dikotak-kotakkan dalam Desil 6— warga yang jelas-jelas kelaparan dan tinggal di gubuk reot malah diabaikan negara. Pemerintah harus benar-benar turun ke bawah melakukan validasi ulang data kemiskinan. Jangan hanya duduk manis di belakang meja, pastikan setiap bantuan tepat sasaran kepada mereka yang benar-benar butuh pertolongan." tegas Hasyim.

Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara ini menegaskan bahwa PDI Perjuangan akan selalu hadir dan bergerak cepat merespons setiap pengaduan rakyat, terutama yang datang melalui kanal Call Centre yang memang disiapkan sebagai jembatan aspirasi wong cilik.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan pengurus PDI Perjuangan Kota Medan menyerahkan bantuan berupa paket sembako dan tali asih berupa uang tunai untuk meringankan beban harian keluarga Ani dan Noel.

Mendapat kunjungan dan perhatian langsung dari wakil rakyatnya, Ani br Sitohang tak mampu menyembunyikan rasa haru. Dengan mata berkaca-kaca, ia menyampaikan terima kasih mendalam.

"Terima kasih banyak Pak Hasyim dan PDI Perjuangan Kota Medan yang sudah peduli melihat nasib kami. Selama ini kami seperti dilupakan, tidak pernah dapat bantuan apa-apa. Puji Tuhan, hari ini ada bapak yang datang membawa rezeki dan melihat langsung keadaan kami yang sebenarnya," ucap Ani lirih.

Sementara itu, Lurah Timbang Deli, Vivi Andriani, yang turut mendampingi rombongan, mengapresiasi langkah cepat yang diambil oleh jajaran PDI Perjuangan Kota Medan. Ia menyatakan pihak kelurahan akan segera menindaklanjuti temuan data ini agar persoalan validasi warga prasejahtera di wilayahnya dapat segera diselesaikan. (bar)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini

 
Desain: indotema.com