![]() |
| Greentech Unity, jadi salah satu motor listrik murah di IIMS 2024( Kompas.com/Daafa Alhaqqy) |
Mengutip data Gabungan Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil elektrifikasi atau electrified vehicle (xEV) mencapai 117.108 unit, terbagi jadi tiga jenis kendaraan, mobil listrik berbasis baterai (BEV), mobil hybrid (HEV), serta plug-in hybrid electric vehicle (PHEV).
Dari tiga jenis kendaraan elektrifikasi, mobil listrik berbasis baterai (BEV) masih menjadi penyumbang penjualan terbesar. Penjualan BEV pada Januari-Juni 2026 mencapai 69.739 unit, dengan kontribusi sekitar 15,97 persen terhadap total pasar kendaraan nasional.
Sementara penjualan motor listrik masih menghadapi tantangan. Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli) mengungkapkan, penetrasi motor listrik saat ini masih terjebak di bawah 1 persen dari total populasi motor konvensional yang mencapai sekitar 145 juta unit.
Pengamat Otomotif Yannes Martinus mengungkapkan, fenomena ini terjadi karena latar belakang konsumen dari kedua jenis kendaraan tersebut menghadapi kondisi dan persoalan yang sama sekali berbeda.
"Tren mobil listrik memang jauh lebih positif dibanding motor listrik karena konsumen keduanya menghadapi persoalan yang berbeda," kata Yannes saat dihubungi Kompas.com, Kamis (20/8/2026).
Beda Profil Konsumen dan Daya Beli
Yannes menjelaskan, pembeli mobil listrik pada umumnya merupakan konsumen dari segmen atas yang sudah memiliki kesiapan finansial serta fasilitas pendukung yang matang di kediaman mereka.
"Pembeli BEV umumnya berasal dari kelompok dengan daya beli lebih kuat, banyak yang memiliki garasi dan akses home charging, bahkan sebagian menjadikannya kendaraan kedua atau ketiga," kata Yannes.
Kondisi tersebut membuat proses adopsi mobil listrik berjalan relatif tanpa hambatan besar. Pemilik mobil listrik tidak sepenuhnya bergantung pada satu kendaraan untuk seluruh aktivitas harian mereka, sehingga kekhawatiran terkait daya jelajah baterai dapat diminimalkan.
Kekuatan Ekosistem Motor Bensin di Pelosok
Di sisi lain, penetrasi pasar motor listrik terbentur oleh dominasi ekosistem motor bensin konvensional yang sudah terbangun sangat kuat selama puluhan tahun di seluruh wilayah tanah air. "Ekosistem motor bensin juga sudah sangat matang, mulai dari SPBU, bengkel, hingga suku cadang di pelosok," ujar Yannes.
Kemudahan menemukan tempat pengisian bahan bakar, ketersediaan bengkel umum di setiap sudut jalan, hingga suku cadang yang terjangkau membuat pengguna motor bensin enggan beralih.
Tanpa adanya jaminan ekosistem purna jual yang setara, konsumen motor listrik di segmen menengah ke bawah akan tetap ragu untuk berpindah dari motor bensin harian mereka.(mm/kompas)


