Pemimpin dan Abal-abal…

Sebarkan:

Catatan : Choking Susilo Sakeh. 

MELIHAT foto bapak itu sendirian -- padahal, waktu pemilu fotonya berdua -- terjun dari langit dengan biaya dari pajak rakyat, juga melihat foto bapak itu sendirian (kok jadi sendirian ya) menempel di dinding setiap mobil box pengangkut makanan yang katanya “gratis” (padahal pakai uang rakyat) dan “bergizi” (padahal banyak anak sekolah yang keracunan), aku jadi teringat dengan lagu “Kill the King”, sebuah lagu bergenre trashmetal dari grup musik Amerika, "Megadeth". 

Itu berarti juga, bahwa akupun teringat dengan masa-masa remajaku, masa-masa awal aku mulai menggemari musik-musik keras beraliran rock dan metal. Hingga kini, saat usiaku mau meninggalkan kepala enam. 

Pada awal 1990-an, sebagai jurnalis muda aku rutin diminta menjadi juri festival musik rock di Sum. Utara, semisal Festival Siblonk, Proklamaton Rock, dan lain-lain. Bahkan aku juga dilibatkan di dalam memilih beberapa grup musik rock asal Sumut dan Aceh, untuk mengikuti festival rock Indonesia yang digagas promotor Log Zhelebour. Pada Festival Rock Indonesia ke-VI tahun 1991 misalnya, aku ikut menghantarkan grup music “Valhalla” (Kevie, dkk) dan “New Chordex’s” (alm. Isk Sembiring, dkk), mewakili Sumut ke ajang nasional. 

Seiring waktu, dengan posisiku sebagai Pemred sebuah media lokal dari sebuah kelompok penerbitan nasional, akupun menjadi sosok yang ikut menentukan saat grup musik trashmetal “Megadeth” mentas di Stadion Teladan Medan pada 31 Juli 2021. Kondisi geopolitik saat itu, mengakibatkan jadwal manggung Megadeth di Jakarta dan Kualalumpur tak mendapat izin dari fihak berwenang. Namun aku berhasil meyakinan fihak berwenang di Medan, bahwa pertunjukan akan berlangsung aman terkendali. Terbukti, lebih sepuluh ribu penonton menyaksikan pentas musik ini, dan banyak diantaranya adalah turis asal negara tetangga, termasuk penonton dari berbagai penjuru nusantara.

Salah satu lagu Megadeth yang kusukai, ya itu tadilah : “Kill the King”, yang dirilis tahun 2000. Liriknya menceritakan tentang upaya membongkar kebohongan seorang pemimpin. 

Aku ingat sepotong lirik lagu ini yang lantang diteriakkan sang vokalisnya, Dave Mustaine : “Kill the king, I, the King is dead, Long live the King, I am the King”. Dulu, akupun suka lantang meneriakkan lirik ini. Tapi, kini, seiring usia, nyaliku semakin menciut. Untuk sekedar membisikkannya, pun aku cemas : cemas di takedown, cemas dilaporkan, cemas disiram air…  es…..

*

Foto bapak itu yang sendirian terjun dari langit dan sendirian menempel di dinding mobil box tersebut, juga mengingatkanku pada sosok “Big Brother” dalam novel berjudul : “1984”, karya George Orwell, novelis dan kritikus asal Inggris. Novel 1984  yang diterbitkan pada tahun 1949 itu, berkisah tentang masa depan yang dikendalikan oleh rezim totaliter; tentang ketatnya kontrol pemerintah terhadap rakyatnya melalui berbagai aturan dan teknologi; tentang pemimpin yang sok Maha Berkuasa dan Maha Tahu; tentang rakyat yang berfikir kritis, menyampaikan pendapat dan mengekspresikan diri dianggap melakukan sebuah kejahatan -- dan karenanya harus dibungkam; tentang perbedaan kelas dipertajam, antara lain dengan kemiskinan yag sangat ekstrim dialami oleh sebahagian besar rakyat dan kemewahan berlimpah untuk sebahagian kecil lainnya; serta berbagai tindakan totaliter lainnya.

Di seantero negeri -- di dalam novel tersebut, wajib dipasang ‘hanya’ foto Big Brother -- sang pemimpin tertinggi, dengan matanya yang mengikuti mengikuti kemana arah gerak warganya. Dan di bawah foto, tertulis dalam huruf kapital : ‘BIG BROTHER IS WATCHING YOU”.

*

Foto bapak itu sendirian, pun telah membuat sebuah peribahasa Turki tentang badut, menjadi laris dikutip orang-orang di negeri ini : “Jika seorang badut masuk ke istana, dia tidak akan menjadi raja. Sebaliknya, istana tersebut akan berubah menjadi sebuah panggung sirkus”.

Tak cuma menjijikkan, tapi…  sungguh menyedihkan!

Mangkanya…

-----------------------------

*Choking Susilo Sakeh adalah jurnalis, warga negara Indonesia.

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini

 
Desain: indotema.com