![]() |
| Orang yang suka mengeluh/ Foto: pexels.com/www.kaboompics.com |
BERAGAM orang-orang di dunia ini dengan tipe kepribadian maupun karakteristik berbeda-beda. Meskipun pada dasarnya kita sebaiknya tidak membeda-bedakan seseorang, namun bukan berarti kamu bisa menerima siapa saja sosok di hidupmu, terlebih apabila mereka ternyata membawa dampak yang kurang baik.
Mengutip dari laman Your Tango dan Forbes, berikut ini beberapa tipe orang yang perlu kamu jauhi menurut ilmu psikologi.
1. Orang yang Suka Mengeluh
Orang yang sepanjang hidupnya selalu mandiri tidak akan tahan dengan orang yang mengeluh terus-menerus. Sebab, emosi negatif dari orang lain bisa menular ke sekitarnya.
Beauties, orang yang suka mengeluh terlihat seperti sosok yang tidak berbahaya, namun sebenarnya mereka sebaiknya dihindari. Orang-orang yang suka mengeluh ini cenderung fokus pada sisi negatif kehidupan hingga mengabaikan atau sama sekali tidak melihat hal-hal positif.
Menurut sebuah studi yang diterbitkan dalam Frontiers in Psychology, mengeluh diartikan sebagai penyampaian penderitaan atau pengalaman negatif, di mana tanggung jawab dicari atau dapat ditimpakan kepada 'seseorang'.
Studi tersebut mendefinisikan tindakan menyalahkan sebagai bentuk keluhan yang bermuatan moral yang diarahkan kepada pelaku tertentu. Orang yang suka mengeluh sering memiliki mentalitas korban (victim mentality) yang berarti mereka merasa tidak pernah bersalah atas apa pun.
Mereka melimpahkan kesalahan kepada orang lain atas kenegatifan diri mereka sendiri. Mereka tidak mau bertanggung jawab atas pola pikir atau sikap mereka sendiri, sehingga sulit untuk berada di dekat mereka dalam waktu yang lama.
Selain itu, energi negatif dari orang-orang yang suka mengeluh akan menguras kegembiraan dari setiap interaksi yang kamu lakukan dengan mereka, Beauties.
2. Si Temperamental
Ada orang-orang yang sama sekali tidak bisa mengendalikan emosi mereka. Mereka akan meluapkan amarah dan melimpahkan perasaan mereka kepada kamu, sembari menganggap bahwa kamu adalah penyebab kegelisahan mereka.
Orang yang temperamental sulit disingkirkan dari hidup karena ketidakmampuan mereka mengendalikan emosi sering kali membuat orang lain merasa iba. Namun, pada akhirnya, orang temperamental akan menjadikan kamu sebagai tempat pelampiasan emosi semata, sehingga mereka harus dihindari sebisa mungkin, Beauties.
3. Orang yang Perfeksionis
Karyawan perfeksionis bisa menjadi kekuatan bahkan tantangan. Karyawan perfeksionis ini sangat disukai perusahaan. Sebab, mereka memiliki sifat teliti, cermat, solutif, dan mampu memberikan kualitas kerja yang tinggi
Orang-orang perfeksionis pada awalnya memancarkan kesan positif. Namun, semakin lama, orang-orang ini bisa memperlihatkan sisi negatif yang muncul di balik penampilan luar mereka yang tampak sempurna, Beauties.
Menurut psikolog Judith Tutin, orang dengan kecenderungan perfeksionis tanpa henti berupaya memenuhi standar mereka sendiri yang sangat tinggi, dan mereka juga mengharapkan orang lain untuk memenuhi standar tersebut.
Lebih lanjut, psikolog Judith Tutin menjelaskan bahwa orang-orang dengan sikap perfeksionis seolah mengatakan bahwa tidak ada orang lain yang terlihat berusaha keras seperti diri mereka. Padahal, ada kalanya seseorang bisa melakukan kesalahan atau mengacau, dan hal tersebut sangat normal. (mm/net)


