MoU di Konjen Penang, Malaysia- Indonesia Kembangkan Kenaf

Sebarkan:

Konjen Penang, Bambang Suharto menyaksikan penandatangan MoU Kedua Belah Pihak. (foto/ist)
PENANG - Kenaf Global Sdn.Bhd. (KVG) Malaysia dan PT. Marco Kenaf Indonesia, bekerjasama mendirikan PT Kenaf fiber Global (PT KFG) di Indonesia yang bergerak di bidang perkebunan dan Kenaf. Hal ini salah satu upaya memperluas pasar Kenaf di tingkat internasional.

Pendirian PT KFG, dilakukan dengan penandatanganan (MoU) kedua belah pihak di Konsulat Jenderal (Konjen) RI di Penang, Selasa (11/1/2022), disaksikan Konjen Penang, Bambang Suharto.

Penandatangan juga dihadiri Jazman Shahar Abdollah Group Chief Executive Officer (CEO) KVG dan Rusmin Lawin Managing Director PT Marco Kenaf Indonesia, Rusmin Lawin Presiden FIABCI Asia Pasifik dan Wakil Presiden Real Estate Indonesia (REI).

Group CEO KVG Jazman Shahar Abdollah mengatakan berkomitmen melaksanakan visi misi dan manfaat Kenap bagu dunia. Baginya, Indonesia merupakan pasar yang baik untuk mengembangkan bisnis Kenaf, apalagi merupakan tetangg Malaysia. Iklim dan tanah Indonesia sesuai dengan budidaya Kenaf.

"Kami juga berharap dapat menjadi bagian dari faktor yang berkontribusi terhadap perkembangan negara berkembang menuju perbaikan yang lebih maju,”kata Jazman Shahar Abdollah.

Sambungnya, inisiatif ini akan menjadi faktor pendorong menuju konsep hijau dan berkelanjutan, sesuai dengan mandate UN Habitat. Mengikuti komitmen KVG dalam memelihara dan mempromosikan keberlanjutan, akan ada acara penandatanganan antara KVG dan Indonesia di Dubai, khususnya di Dubai Expo 2020.

Dijelaskan Jazman, selain memberikan peningkatan di bidang sosial ekonomi, lahirnya KFG juga dapat diakui sebagai batu loncatan untuk pencapaian yang lebih besar dan berdampak positif bagi lingkungan. “Sebagai ujung tombak penanam Kenaf di Malaysia, kami juga bertujuan membantu masyarakat dan lingkungan di tingkat global dan kami mulai dengan Indonesia sebagai bangsa berikutnya setelah Malaysia,” terang Jazman Shahar Abdollah.

Industri Kenaf, selain nilai tambah bagi perekonomian, juga mendorong konsep keberlanjutan serta ramah lingkungan. Kenaf menghasilkan bahan baku tidak saja untuk industri tekstil, namun juga untuk bahan bangunan serta industri otomotif dan lainnya. 

Industri kenaf yang bermula dari penanaman kenaf dinilai mampu membantu menekan emisi karbon dunia dan hal ini sejalan dengan agenda dunia untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat. Pilihan jatuh kepada Indonesia untuk menjadi patner usaha di bidang ini merupakaan keputusan sangat tepat, dengan mempertimbangkan kedekatan geografis, masyarakat, alam serta pasar yang besar,” kata Rusmin Lawin

KFG akan beroperasi pada 3 level yaitu upstream, midstream dan downstream. Secara khusus, tingkat hilir berfokus pada industri bangunan yang mencakup bahan bangunan seperti kenaf crete.

Perkebunan dan pengolahan kenaf oleh KFG akan banyak dioperasikan dengan teknologi di seluruh tahapan. Ini merupakan inisiatif untuk membantu  Indonesia menuju pengaktifan Revolusi Industri (IR) melalui praktik pertanian.

Pendirian perusahaan juga melambangkan kerjasama kedua negara dalam merambah kepentingan bersama, khususnya dalam menjajaki dan mengembangkan pasar kenaf.

“Kami menyambut baik inisiatif KVG dalam mendirikan KFG untuk perluasan lahan menuju pengembangan industri kenaf. Upaya ini diharapkan bermanfaat bagi kedua bangsa, khususnya dalam mendukung kemajuan Indonesia menuju pembangunan sosial ekonomi dan Revolusi Industri di sektor pertanian. Hal ini juga dipandang sebagai inisiatif untuk lebih mengembangkan industri kenaf kedua negara dalam upaya menjawab permintaan kenaf lokal dan global,” kata Konjen Penang, Bambang Suharto.

Permintaan dunia untuk produk kenaf terus meningkat di seluruh dunia. Industri kenaf mengikuti fleksibilitas integrasi industri serta merupakan produk ramah lingkungan yang berasal dari tanaman.

KFG adalah perusahaan di bawah kelompok perusahaan Kenaf Venture Global Sdn. Bhd. (KVG). KFG memproduksi Kenaf dari perkebunan dan mengolah hasil panennya untuk menghasilkan serat dan inti alami atau disebut juga sebagai advance material. KFG bertujuan untuk memelihara dan mempromosikan konsep keberlanjutan, terutama melalui penggunaan kenaf dalam bahan bangunan. (ril/bari/mm)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini