Gegara Anak, Yusuf Terkulai Lemah Saat Rekontruksi Menusuk Besannya Legino Hingga Tewas

Sebarkan:

Petugas Kepolisian dan saksi keluarga memapah tersangka M.Yusuf (83)yang lemah ketika memperagakan rekontruksi di halaman Mapolsek Indrapura, Batubara. (foto/ist)
BATUBARA - Tersangka Muhammad Yusuf  terkulai lemah dalam adegan rekontruksi yang digelar di halaman Mapolsek Indrapura,Polres Batubara, Jumat (11/2/2022).

Pria berusia 83 tahun tersebut tak kuasa menahan duka, ketika memperankan ulang (rekontruksi) saat dia menghunuskan senjata tajam ke tubuh Legino (50) hingga tewas yang tak lain besannya sendiri atau mertuanya dari putranya, Ismail (33).

Sejumlah petugas dan saksi keluarga membopong orang tua mereka untuk kembali duduk di kursi yang sudah disiapkan petugas di area rekontruksi. Air mata para saksi dari kedua keluarga tak terbendung membasahi bola mata masing-masing.

Rekontruksi  dipimpin Kapolsek Indrapura AKP Sandi, didampingi Kanit Reskrim IPTU Riwanto, serta dihadiri Jaksa Kejari Batubara Eva Sartika Turnip,SH dan pengacara tersangka,James Sihombing, SH.  Selain itu juga disaksikan keluarga korban dan tersangka.

Penahan tersangka M. Yusuf berdasarkan LP/B/27/I/2022/SPKT/Polsek Indrapura / Polres BB / Polda Sumut, dengan pelapor Ayus Lestari (19) warga Dusun IV, Desa Kuala Indah, Kecamatan Sei Suka, Batubara.

Dalam rekontruksi ini pelaku diperankan langsung tersangka M. Yusuf (83) dan korban Legino diperankan pengganti. Sedangkan 6 saksi diperankan langsung 6 saksi yang melibatkan kedua keluarga.

Dalam rekontruksi kasus tergambarkan secara jelas dan terang benderang. Bermula pada 27 Januari 2022, menantu korban Legino bernama Ismail (33) yang berprofesi sebagai nelayan warga Dusun IV Pantai, Desa Kuala Indah, Kecamatan Sei Suka,menggadaikan motor Supra Fit milik mertuanya seharga Rp1,6 juta kepada seseorang di kawasan Pagok.

Setelah duahari uang habis pada 31 Januari 2022, pukul 12.30 WIB, Ismail lalu pulang  ke rumah mertuanya. Ismail yang berada di kamar lalu disamperi mertuanya Legino, yang mempertanyakan kemana sepeda motor yang dibawa. Dengan gamblang Ismail mengaku mengadaikan motor. Legiono marah, sembari menendang menantunya ia minta agar motornya segera ditebus.

Pertikaian terus terjadi. Saksi Ibrahim yang merupakan keluarga Ismail mendatangi Legiono di rumahnya. Namun perselisihan tak kunjung reda, Legino kembali marah.

Saksi Ibrahim lalu pulang kerumah orang tuanya yang masih satu dusun. Korban lalu menyusul. Di rumah tersebut Ibrahim dan Legino kembali berdebat sehingga memancing perhatian warga. Saat itulah, tiba-tiba dari dapur keluar Muhammad Yusuf (83) yang merupakan besan Legiono.

Tiba-tiba saja,Muhammad Yusuf menghunuskan pisau ke perut besannya Legiono hingga terkapar bersimbah darah. Suasana semakin panik, keluarga histeris. Saksi Ibrahim-pun panik, sehingga membuang pisau yang digunakan ayahnya menusuk Legino.

Pihak keluarga berupaya menyelamatkanLegiono ke Klinik Harun Desa Kuala Tanjung.Namun kondisinya memburuk, sehingga harus dirujuk ke rumah sakit Pamela Tebing Tinggi. Namun Tuhan berkehendak lain, Legino menghembuskan nafas terakhir dalam perjalanan.(zein/mm)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini