KNPSI Protes, Minta Wali Kota Siantar Hargai Etnis Simalungun

Sebarkan:
Ketua KNPSI Janwiserdo.(foto/ist)
PEMATANGSIANTAR (MM) - Dewan Pimpinan Pusat  Komite Nasional Pemuda Simalungun (KNPSI) protes keras dan kecewa kempimpinan Plt Wali Kota Pematangsiantar, Susanti Dewayani yang dinilai tidak menghargai etnis Simalungun dalam berbagai kebijakan yang dibuat.

Ketua DPP KNPSI Janwiserdo Saragih, mengatakan, pihaknya kecewa atas sikap Plt Wali Kota Susanti Dewayani yang sehari pasca dilantik mencopot salah satu putra daerah Simalungun dari jabatan eselon II atau kepala badan.

"Kebijakan Plt Wali Kota terkesan tidak menghargai etnis Simalungun. Dari 11 pejabat yang diangkat pasca pelantikannya, tidak ada seorangpun putra daerah. Justru putra daerah yang menjabat  eselon II dicopot jabatanya," kata Janwiserdo, Rabu (8/7/2022).

Janwiserdo mengecam sikap Plt Wali Kota Susanti Dewayani terkait  pemberian bantuan kepada salah satu sanggar tari yang hendak mengikuti acara di luar negeri, yang diniai lebih besar biaya seremonial nya daripada jumlah bantuan yang diberikan.

"Memang setiap bantuan terserah keikhlasan dari si pemberi, tapi dari jumlah yang diberikan sesungguhnya dapat dilihat kesungguhan, keseriusan dan keinginan membantu peningkatan dan pengembangan adat dan budaya Simalungun," ujar Janwiserdo.

Namun KNPSI mengapresisasi dan berterima kasih karena pada beberapa photo dan penampilan serta beberapa kegiatan  Plt. Wali Kota dan suami kerap mengenakan pakaian adat Simalungun yang memperlihatkan identitas Simalungun di kota Pematangsiantar.

Namun menurut Janwiserdo sesungguhnya esensi lebih menghargai dan menghormati Simalungun itu dapat dibuktikan lewat pemberian kesempatatan kepada SDM putra putri Simalungun untuk menduduki jabatan di Pemko Pematangsiantar, mulai dari eselon II,III dan IV, bukan dengan tampilan photo yang mengenakan pakaian saja.

Selain itu keseriusan untuk menghargai dan menghormati Simalungun, harusnya lebih terlihat dari  pemberian perhatian  lewat kegiatan – kegiatan  seperti sanggar tari yang baru – baru ini dan pemberian kesempatan kepada kelompok pengusaha Simalungun untuk ikut berkegiatan di Pemko Pematangsiantar.

"Janganlah kiranya pemakaian pakaian adat Simalungun itu sekedar untuk tampilan luar saja  agar terlihat menghormati dan menghargai , tetapi justru yang lebih menyentuh esensi menghormai dan menghargai Simalungun sebagai sipukkah huta tidak dilakukan," tegasnya.

Dia berharap, Plt. Wali Kota Susanti Dewayani dapat lebih membuktikan keseriusannya dalam menghormati dan menghargai Simalungun dengan memberdayakan putra daerah di pemerintahan dan peduli melestarikan budaya Simalungun.

Plt Wali Kota Pematangsiantar, Susanti Dewayani yang dikonfirmasi melalui Plt.Kadis Kominfo Johannes Sihombing, pukul 11.00  WIB, terkait protes KNPSI atas berbagai kebijakan walikota yang dinilai tidak menghargai etnis Simalungun meminta waktu untuk meneruskannya kepada pimpinannya (Walikota). Namun hingga pukul 11.30 WIB konfirmasi yang ditunggu belum ditanggapi. (davis)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini