Masyarakat Tolak Konversi Teh ke Sawit, Bupati Radiapoh Bahas CSR dengan PTPN IV

Sebarkan:
Bupati Radiapoh H. Sinaga menerima audiensi manager PTPN IV. (foto/ist)
SIMALUNGUN (MM) - Lembaga Bina Daya Sejahtera Simalungun (Bidadesi) mengecam sikap bupati Radiapoh H Sinaga yang dinilai tidak pro rakyat terkait rencana konversi tanaman teh menjadi kelapa sawit oleh PTPN IV.

Saat sejumlah masyarakat Simalungun termasuk mahasiswa memprotes keras konversi tanaman teh yang dilakukan PTPN IV di kebun Sidamanik, bupati Radiapoh justru menerima audensi manager PTPN V se wilayah kabupaten Simalungun, Selasa (21/6/2022) kemarin.

"Bupati Simalungun tidak pro rakyat, saat masyarakat sedang menolam konversi tanaman teh menjadi tanaman kelapa sawit, di kebun PTPN IV di Sidamanik, beliau malah menerima audensi manager PTPN IV se wilayah kabupaten Simalungun," kata Ketua Bidadesi Andry Christian Saragih, Kamis (23/6/2022).

Ironisnya dalam pertemuan itu bupati Radiapoh H Sinaga sama sekali tidak ada menyingung masalah konversi di kebun Sidamanik yang berdampak pada kerusakan lingkungan dan menyebabkan banjir, dan hilangnya lambang daudn teh di logo kabupaten kabupaten Simalungun.

"Sedikitpun masalah konversi sesuai dengan pemberitaan media ,tidak ada disinggung bupati Simalungun saat menerima audensi para  manager PTPN IV, jadi jelas beliau memang diduga bupati tidak pro rakyat dan tidak tahu masalah-masalah yang terjadi di tengah-tengah masyarakatnya," ujar Andry.

Parahnya lagi kata Andry dalam audensi dengan manager PTPN IV se wilayah kabupaten Simalungun, bupati Radiapoh malah membahas masalah CSR dan pelatihan UMKM.

Dia menyesalkan pertemuan bupati Radiapoh H Sinaga dan manager PTPN IV se wilayah kabupaten Simalungun, yang tidak membahas masalah konversi teh menjadi tanaman kelapa sawit.

"Menjadi tanda tanya bagi saya apakah bupati Simalugun Radiapoh H Sinaga sadar dirinya masih bupati, kok tega masalah besar yang sedang terjadi di tengah masyarakat dan harga diri pemerintah daerah dilecehkan, beliau justru membahas CSR dengan para manager PTPN IV," ujar Andry.

Dia menambahkan bupati Simalungun Radiapoh H Sinaga sebaiknya menyadari konversi teh menjadi tanaman kelapa sawit akan merubah logo daerah karena gambar daun teh akan hilang, padahal logo kabupaten Simalungun sudah ada sejak tahun 1960 yang ditetapkan melalui peraturan daerah nomor 5 tahun 1960.

Bupati Simalungun Radiapoh H Sinaga yang dikonfirmasi melalui Kadis Kominfo , SML Simangunsong via pesan Whats App (WA) terkait pertemuan bupati dan para manager PTPN IV yang tidak membahas masalah konversi, tidak memberikan tanggapan. (davis)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini