Warga Khawatir KTP yang Diduga Dikumpulkan Petugas Kebersihan Dijadikan 'Alat Penguasa'

Sebarkan:
Syamsul Harahap, warga Perumahan Grand Mutiara, Kota Padangsidimpuan, Senin (13/6/2022). (foto/ist)
PADANGSIDIMPUAN (MM) - Sejumlah warga di Padangsidimpuan, Sumatera Utara, merasa khawatir dengan beredarnya kabar bahwa petugas kebersihan mengumpulkan kartu tanda penduduk (KTP).

Masyarakat khawatir, KTP tersebut akan dimanfaatkan sejumlah oknum untuk kepentingan politik, terutama menjelang tahun 2024.

"Jika kabar itu benar, kita khawatir KTP itu akan dipergunakan untuk kepentingan para penguasa, karena hanya penguasa yang bisa menyuruh pegawai kebersihan untuk mengumpulkan KTP," kata Syamsul Harahap, warga Perumahan Grand Mutiara, Kota Padangsidimpuan, Senin (13/6/2022).

Menurutnya, dugaan tindakan pengumpulan KTP tersebut diduga bentuk kebohongan oknum yang punya kepentingan untuk berkuasa."Tanpa ada alasan yang jelas peruntukan KTP, tentunya tindakan itu sudah membohongi rakyat Kota Padangsidimpuan," pungkasnya.

Samsul menyarankan kepada oknum-oknum yang diduga menyuruh mengumpulkan KTP tersebut agar menahan "nafsu". "Kalau ada niat, tidak ada yang melarang, tapi jangan bohongi masyarakat dengan kepentingan dan hasrat pribadi," imbuhnya.

Mencuatnya dugaan pengumpulan KTP tersebut menandakan bahwa, masyarakat tidak mau lagi dibohongi oleh kepentingan-kepentingan sejumlah kelompok. 

Sementara itu, Kepala Bagian Humas Pemkot Padangsidimpuan, Cahyo membantah adanya instruksi pengumpulan KTP. "Informasi dari dinas  terkait mereka membantah adanya isu yang mewajibkan petugas kebersihan wajib mengumpulkan 20 KTP," kata Cahyo. (thoriq)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini